Fakta Dibalik Kasus Pelecehan Oleh Perawat Ternyata Bukan Sekali Terjadi
Video seorang pasien wanita menangis diduga jadi korban pelecehan oleh seorang perawat beredar di media sosial.
Video berdurasi kurang dari satu menit merekam seorang pasien menangis di atas tempat tidurnya.
Ia menuntut seorang perawat lelaki mengaku telah melecehkannya saat dibius.
Diduga perawat melecehkan pasien wanita saat sedang dibawah pengaruh obat bius.
Tak disebutkan apa penyakit yang diderita pasien sehingga dirawat di rumah sakit tersebut.
Si perawat mengaku perbuatannya dan meminta maaf dengan bersaaman kepada pasien dan keluarga pasien.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @thealovewidya, Rabu (24/1/2018).
Sejak diunggah, video ini menjadi viral di Facebook dan Youtube.
Dikonfirmasi pelecehan kepada pasien ini terjadi di rumah sakit Nasional Hospital, Surabaya.
Lalau bagaimana sikap pihak rumah sakit?
Berikut ini 5 fakta menarik National Hospital, rumah sakit yang video pelecehan oleh perawat viral.
1. Manajemen RS National Hospital Minta Maaf
Kepala Perawat Rumah Sakit National Hospital Surabaya, Jenny Firsariana, mengucapkan permohonan maaf atas tindakan tak bertanggungjawab pegawainya.
"Kami meminta maaf kepada pasien dan keluarga pasien. Kami juga menyesalkan hal ini bisa terjadi," kata Jenny seperti dikutip dari cerdas99.asia, Kamis (25/1/2018).
2. Perawat Dipecat!
Perawat yang melakukan tindak pelecehan kepada pasien langsung dipecat.
RS National Hospital langsung mengambil tindakan tegas kepada oknum perawat tersebut.
3. Dipecat Tidak Hormat!
Manajemen mengkolim tidak mentolerir segala tindakan yang merugikan pasien.
Pasien yang melakukan tindak pelecehan tersbebut dipecat secara tidak hormat.
"Oknum perawat akan ditindak tegas dan diberhentikan secara tidak hormat," Jennynya.
4. Kasus Diserahkan kepada Polisi dan Organisasi Profesi
Kasus yang mencoreng profesi perawat ini bakal diserahkan kepada organisasi profesi perawat bernaung.
Selain itu pihak rumah sakit juga berkoordinasi menyelesaikan masalah tersebut dengan pihak berwajib.
"Kita memiliki standar tinggi dalam merawat pasien," jelasnya.
5. Bukan Kasus Pelecehan Pertama Kali
Seperti dilansir dari Surya Malang, Kamis (25/1/2018), RS National Hospital memiliki catatan minor.
Kasus pelecehan ini rupanya bukan pertama kalinya terjadi.
Sebelumnya dokter RS National Hospital juga dilaporkan ke Pengadilan Negeri atas tindakan pelecehan.
Sorang dokter laki-laki di rumah sakit tersebut digugat atas dugaan pelecehan atas korban atau pasien wanita berusia 20 tahun.
Rumah sakit ini terletak di Jalan Boulevard Famili Selatan Kav. 1, Babatan, Wiyung, Surabya.
Seperti dilansir dari situs remsi, National Hospital memiliki layanan pendukung seperti Stroke Unit, One Day Care, Clinical Laboratory, hingga Therapeutic Imaging.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.