Kisah Sang Guru Petronas yang Mendunia
Agen BandarQ - Mafhum jika Petronas kini masuk dalam jajaran 25 perusahaan minyak terbesar di dunia yang dirilis Forbes, dengan tingkat produksi 1,2 juta barel per hari (BPH). Lebih besar dari produksi minyak Indonesia pada tahun 2017 sebesar 800 ribu BPH.
Dan kini Petronas memiliki fasilitas terintegrasi dan canggih yang mampu memproduksi bahan baku industri petrokimia berbasis gas di Kerteh, Trengganu Malaysia. Inilah yang membuat SKK Migas mengajak sejumlah media dan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ke fasilitas ini.
Pengolahan petrokimia dan gas di Kerteh menjelma menjadi pusat pengolahan yang terintegrasi tidaklah seketika. Fasilitas ini dimulai sejak tahun 1983 dan terus berkembang hingga pada tahun 2016 lalu menjadi fasilitas yang terlengkap. Kerteh mengolah minyak bumi sebanyak 49 ribu barel per hari dari minyak jenis light sweet yang berasal dari dua rig di lepas pantai Malaysia di wilayah Trengganu.
Dua rig mengirimkan minyak mentah ke fasilitas ini, untuk diolah menjadi BBM dengan berbagai jenis oktan serta kimia dasar yang kemudian digunakan untuk produk rumah tangga, elektronik dan otomotif serta barang kebutuhan sehari-hari.
"Untuk BBM kebutuhan dalam negeri semua diambil dari sini. Jadi kami tidak impor dari negara manapun," ujar Fadhil Afiq, salah satu Operation Enginer kepada VIVA, Kamis, 25 Januari 2018.
Fadhil pun mengungkap hal yang sama bahwa Petronas belajar banyak dari Pertamina. Selain itu, teknologi untuk pengolahan fasilitas ini juga mengadopsi dari Jepang dan Korea.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.