RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

Pesan Pidato Apa yang dibawa oleh Prabowo ?


Agen AduQ - Cendekiawan Muslim yang akrab disapa Buya Syafii menuturkan, apa yang diucapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra itu tidak usah ditanggapi dengan serius juga.

"Tapi itu juga peringatan boleh ya, supaya Indonesia jangan sampai jadi negara gagal. Jadi saya rasa ada baiknya juga, tapi itu jangan ditanggapi secara serius karena itu kan berdasarkan fiksi," ujarnya.

Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, enggak apa-apa.
Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, enggak apa-apa. Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian! Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling! Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.
Pada kolom komentar, ribuan pendukung Prabowo menyambut antusias pidato ramalan Prabowo. Tapi, banyak juga yang mem-bully Prabowo.
Pertanyaannya adalah, apakah Prabowo tidak tahu bahwa yang disebutnya kajian-kajian tersebut merupakan karya fiksi? Novel? Justru Prabowo tahu betul bahwa itu adalah novel, bukan kajian. Sebab tahun lalu, 18 September 2017, Prabowo membagi-bagikan novel ini secara gratis di UI saat berpidato. Dia tahu betul bahwa itu novel, tahu betul. Tapi mengapa kini di tahun 2018, menjelang Pilpres, Prabowo menyebutnya sebagai sebuah kajian?

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.