RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

Bagaimana bisa Indonesia menekan Facebook tentang Kebocoran Data


Agen AduQ - Selama dua hari berturut-turut aparat berwenang Indonesia meminta keterangan perwakilan Facebook Indonesia terkait kasus kebocoran data pengguna aplikasi media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut.

Usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 5 jam di Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Pusat, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben hattari mengatakan kedatangan mereka bertujuan untuk berbagi informasi yang sejauh ini mereka ketahui mengenai kebocoran data tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan Facebook Indonesia saat ini masih melakukan pencarian data terkait kebocoran itu dan berjanji akan melakukan audit internal segera setelah data-data tersebut didapatkan meski tanpa merinci kapan penyelidikan itu selesai.

Dalam pertemuan itu, Facebook Indonesia mengakui total ada 1.096.666 pengguna Facebook di Indonesia yang berpotensi terdampak oleh penyalahgunaan data.

“Kalau FB sampai berani diblokir itu penggunanya pasti pada protes keras. Soalnya di Indonesia FB itu gak cuma buat narsis tapi juga buat usaha, organisasi, dll. Pemerintah harus pikirkan dampaknya juga kesitu,” ungkap Pratama Pershada yang juga mantan mantan ketua Tim Lembaga Sandi Negara Pengamanan IT Presiden.

"Istilahnya kalian boleh cari makan di negara kami tapi harus bayar pajak, bikin server disini, kasih pemerintah akses untuk kendalikan konten yang merugikan. Kalau gak mau gak apa-apa kami punya Weibo.“ katanya.

“Untuk menyikapi penyalahgunaan data seperti ini, misal digunakan untuk kepentingan politik tertentu, harusnya pemerintah bisa menekan FB untuk membuat MOU dengan pemerintah misalnya kalau ada hoax di FB atau konten yang merugikan, FB wajib memfilter itu.” tegasnya.

Pengamat Pratama Dahlian Persadha mengatakan tidak banyak yang bisa lakukan oleh pengguna untuk menghindari kasus kebocoran data di FB seperti ini. Namun untuk menghindari penyalahgunaan lebih luas masyarakat diminta melakukan prosedur standar untuk mengamankan akun online mereka.

“Bisa melakukan pengamanan yang standar seperti rutin mengganti password, kombinasinya juga usahakan jangan yang mudah ditebak, paling hanya itu.” katanya.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.