AGEN BANDAR Q -Pola Buang Sampah Belum Berubah
AGEN BANDAR Q -Pola Buang Sampah Belum Berubah
AGEN BANDAR Q -
Pola atau cara buang sampah sebagian warga Kota Bireuen hingga bertahun belum juga berubah. Meski dinas terkait dan unsur lainnya selalu menyampaikan himbauan agar warga kota tak membuang sampah ke saluran.
Hal itu terbukti dengan selalu adanya aneka sampah yang menumpuk bahkan menutupi saluran di kawasan pesisir, yaitu di saluran Desa Ujong Blang Arun, Ujong Blang Mesjid dan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen.
Sebagaimana pemantauan Analisa, Rabu (20/6) di saluran Desa Ujong Blang Arun, berdekatan dengan lokasi wisata pantai desa tersebut, Rabu (20/6). Saluran pembuang yang difungsikan untuk pengairan sawah tersumbat dengan sampah.
Sampah terutama plastik bekas, bekas botol minuman, bekas pembungkus jajan anak-anak menumpuk berbaur bersama ranting kayu. Bahkan sebagian masih berupa bungkusan plastik yang berisi sampah rumah tangga.
Bukhari, warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan beragam sampah rumah tangga itu berasal dari kawasan kota Bireuen yang dibawa air saat hujan turun. Karena jumlahnya yang banyak membuat saluran tersumbat.
“Ini satu persoalan yang belum tertangani, saat musim hujan, aneka sampah bahkan meluber hingga ke sawah sehingga tanaman padi rusak, sepertinya pola pikir warga kota tentang sampah belum berubah,” katanya.
Bukhari mengatakan warga sekitar sudah cukup lelah menangani sampah kiriman tersebut yang sepertinya tak berkurang. “Kalau tumpukannya sudah begini rasanya perlu alat berat untuk membuangnya,” sebut Bukhari.
Begitu pun ia berharap adanya kesadaran dari warga dan pedagang di seputaran kota Bireuen untuk tidak membuang sampah ke saluran pembuang sehingga seluruh sampah dari segala jurusan mengarah ke saluran di pesisir Bireuen.
AGEN BANDAR Q -Pola Buang Sampah Belum Berubah
AGEN BANDAR Q -
Pola atau cara buang sampah sebagian warga Kota Bireuen hingga bertahun belum juga berubah. Meski dinas terkait dan unsur lainnya selalu menyampaikan himbauan agar warga kota tak membuang sampah ke saluran.
Hal itu terbukti dengan selalu adanya aneka sampah yang menumpuk bahkan menutupi saluran di kawasan pesisir, yaitu di saluran Desa Ujong Blang Arun, Ujong Blang Mesjid dan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen.
Sebagaimana pemantauan Analisa, Rabu (20/6) di saluran Desa Ujong Blang Arun, berdekatan dengan lokasi wisata pantai desa tersebut, Rabu (20/6). Saluran pembuang yang difungsikan untuk pengairan sawah tersumbat dengan sampah.
Sampah terutama plastik bekas, bekas botol minuman, bekas pembungkus jajan anak-anak menumpuk berbaur bersama ranting kayu. Bahkan sebagian masih berupa bungkusan plastik yang berisi sampah rumah tangga.
Bukhari, warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan beragam sampah rumah tangga itu berasal dari kawasan kota Bireuen yang dibawa air saat hujan turun. Karena jumlahnya yang banyak membuat saluran tersumbat.
“Ini satu persoalan yang belum tertangani, saat musim hujan, aneka sampah bahkan meluber hingga ke sawah sehingga tanaman padi rusak, sepertinya pola pikir warga kota tentang sampah belum berubah,” katanya.
Bukhari mengatakan warga sekitar sudah cukup lelah menangani sampah kiriman tersebut yang sepertinya tak berkurang. “Kalau tumpukannya sudah begini rasanya perlu alat berat untuk membuangnya,” sebut Bukhari.
Begitu pun ia berharap adanya kesadaran dari warga dan pedagang di seputaran kota Bireuen untuk tidak membuang sampah ke saluran pembuang sehingga seluruh sampah dari segala jurusan mengarah ke saluran di pesisir Bireuen.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.