AGEN BANDARQ - ASIAN GAMES: Tiket Habis, Bangkunya Kosong! hingga Beredar Surat Teguran ke Eric Thohir
AGEN BANDARQ - ASIAN GAMES: Tiket Habis, Bangkunya Kosong! hingga Beredar Surat Teguran ke Eric Thohir
AGEN BANDARQ - Kekecewaan calon penonton Asian Games 2018 meluap.
Mereka mengeluhkan tidak mendapat tiket. Padahal terlihat jelas, bangku penonton banyak yang kosong.
Perhelatan Asian Games 2018 mencuri perhatian masyarakat yang antusias untuk menyaksikan sejumlah pertandingan di pesta olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade itu.
"Kapan lagi nonton Asian Games? Ini empat tahun sekali, belum tentu nanti jadi tuan rumah lagi. Tapi saya susah banget cari tiket, enggak dapet-dapet karena sold out (habis terjual) terus," kata Rahayu Indah, seperti dilansir KartuCerdasNet, Jumat (24/8/2018).
Pegawai di salah satu kantor konsultan lingkungan internasional itu awalnya ingin menonton bulu tangkis, olahraga kegemarannya, tetapi ia nyaris putus asa karena selalu gagal mendapatkan tiket.
"Saya sudah mencoba beberapa alternatif tempat penjualan tiket tetapi kehabisan terus. Susah banget. Tapi saya mau coba lagi, nonton pertandingan apa saja deh yang penting saya bisa nonton Asian Games," kata Rahayu.
Hal yang sama dialami Antonius. Ia awalnya ingin menonton pertandingan cabang olahraga renang tetapi selalu kehabisan tiket.
"Saya enggak tahu ini karena pada antusias atau penjualan tiket yang bermasalah. Soalnya saya lihat badminton di televisi, penonton enggak penuh, tetapi pas cek di Blibli.com kok sold out," kata Anton.
"Akhirnya saya nonton anggar saja, kesal!" ujarnya.
Pada laga final bulu tangkis beregu putra Indonesia lawan China, banyak calon penonton yang harus menghadapi kenyataan pahit karena kehabisan tiket.
Masyarakat yang hendak menonton tim Indonesia melawan musuh bebuyutannya itu rela mengantre sejak subuh di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Rabu (22/8/2018).
Berdasarkan pantauan, saat laga final bulu tangkis beregu putra, beberapa sisi tribun penonton terlihat kosong.
Tidak terjadi pada hari itu saja. Pada Jumat (24/8/2018), tiket duel timnas U-23 Indonesia melawan Uni Emirat Arab pada babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, juga dinyatakan sudah habis.
Tetapi bangku penonton di stadion yang berkapasitas 28.778 masih tidak dipadati penonton tepat sebelum pemain memasuki lapangan.
Menyadari hal tersebut, penonton yang sudah berada di tribun lantas menyanyikan yel-yel secara kompak.
"Tiketnya habis, tiketnya habis.. Bangkunya kosong... Tiketnya habis, tiketnya habis... Bangkunya kosong.."
Namun ternyata, bangku penonton mulai terisi sekitar 10 menit setelah laga dimulai.
Begitu pun saat grand final tim nasional sofbol putri Jepang menghadapi Chinese Taipei.
Berdasarkan pantaua, banyak bangku penonton yang tidak terisi. Akan tetapi, di loket depan arena ditulis keterangan bahwa tiket habis terjual.
Dari Tennis Indoor yang menampilkan aksi tuan rumah Indonesia melawan Kirgistan pada laga Pool A, hanya sejumlah bangku di dekat sisi lapangan yang terisi penonton. Bahkan bangku-bangku yang kosong terlihat begitu mencolok.
Beredar di kalangan media peliput, adanya surat teguran dari Director General Dewan Olimpiade Asian (OCA) Husain Al Musallam kepada Presiden INASGOC, Erick Thohir, soal banyaknya bangku penonton yang kosong.
"Kami melihat bahwa di berbagai venue selama perhelatan Asian Games 2018 banyak bangku yang kosong yang katanya sudah dijatah oleh manajer venue atau pertandingan untuk ofisial federasi nasional lokal," tulis surat tersebut.
"Ini tentu menyebabkan kebingungan dan terlihat tidak baik bagi broadcasting dengan banyaknya bangku kosong."
"Dewan Olimpiade Asian menginstruksikan tidak lebih dari 10 persen bangku yang diperuntukkan untuk ofisial. Saya akan mengapresiasi jika Anda bisa menginformasikan hal ini kepada pihak venue dan pejabat yang bersangkutan," bunyi surat tersebut yang tertulis pada 21 Agustus 2018.
Beredar Surat Terguran OCA
Beredar surat diduga teguran dari OCA, (Olympic Council of Asia) atau Dewan Olimpiade Asia yang mempermasalahkan kosongnya kursi penonton.
Foto surat yang beredar di kalangan wartawan itu bertanggal 21 Agustus 2018 dan ditujukan kepada Ketua INASGOC, alias ketua panitia Asian Games 2018 Erick Thohir.
Surat ditulis dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Husain Al Musallam.
Dalam suratnya itu, ia mengatakan kosongnya kursi penonton terlihat tidak baik untuk penyiaran dan menyebabkan banyak kebingungan.
OCA meminta agar panitia Asian Games 2018, INASGOC, membatasi kursi yang dialokasikan kepada manajer kompetisi atau venue.
Surat berbahasa Inggris itu juga meminta tiket untuk pejabat organisasi olahraga Indonesia, tidak lebih dari 10 persen dari total tiket.
Belum ada konfirmasi dari Erick Thohir mengenai kebenaran surat yang beredar tersebut.
Seperti diketahui, ramai terdengar keluhan dari publik yang kehabisan tiket pertandingan atau perlombaan.
Padahal, kerap kali terlihat ada bangku-bangku kosong di venue ajang yang tiketnya diklaim sudah terjual habis itu.
Kericuhan terakhir, bahkan mungkin bisa disebut terbesar, terjadi menjelang final bulutangkis beregu Asian Games 2018, Rabu (22/8/2018).
Adu Mulut
Dikutip dari BolaSport.com di loket penjualan tiket Asian Games di Jalan Pintu I Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pembeli tiket bahkan sempat adu mulut dengan panitia penjualan tiket.
Ketika itu, calon penonton yang sudah mengantre hendak membeli tiket laga antara Indonesia kontra China menerima informasi bahwa tiket sudah habis.
AGEN BANDARQ - ASIAN GAMES: Tiket Habis, Bangkunya Kosong! hingga Beredar Surat Teguran ke Eric Thohir
AGEN BANDARQ - Kekecewaan calon penonton Asian Games 2018 meluap.
Mereka mengeluhkan tidak mendapat tiket. Padahal terlihat jelas, bangku penonton banyak yang kosong.
Perhelatan Asian Games 2018 mencuri perhatian masyarakat yang antusias untuk menyaksikan sejumlah pertandingan di pesta olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade itu.
"Kapan lagi nonton Asian Games? Ini empat tahun sekali, belum tentu nanti jadi tuan rumah lagi. Tapi saya susah banget cari tiket, enggak dapet-dapet karena sold out (habis terjual) terus," kata Rahayu Indah, seperti dilansir KartuCerdasNet, Jumat (24/8/2018).
Pegawai di salah satu kantor konsultan lingkungan internasional itu awalnya ingin menonton bulu tangkis, olahraga kegemarannya, tetapi ia nyaris putus asa karena selalu gagal mendapatkan tiket.
"Saya sudah mencoba beberapa alternatif tempat penjualan tiket tetapi kehabisan terus. Susah banget. Tapi saya mau coba lagi, nonton pertandingan apa saja deh yang penting saya bisa nonton Asian Games," kata Rahayu.
Hal yang sama dialami Antonius. Ia awalnya ingin menonton pertandingan cabang olahraga renang tetapi selalu kehabisan tiket.
"Saya enggak tahu ini karena pada antusias atau penjualan tiket yang bermasalah. Soalnya saya lihat badminton di televisi, penonton enggak penuh, tetapi pas cek di Blibli.com kok sold out," kata Anton.
"Akhirnya saya nonton anggar saja, kesal!" ujarnya.
Pada laga final bulu tangkis beregu putra Indonesia lawan China, banyak calon penonton yang harus menghadapi kenyataan pahit karena kehabisan tiket.
Masyarakat yang hendak menonton tim Indonesia melawan musuh bebuyutannya itu rela mengantre sejak subuh di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Rabu (22/8/2018).
Berdasarkan pantauan, saat laga final bulu tangkis beregu putra, beberapa sisi tribun penonton terlihat kosong.
Tidak terjadi pada hari itu saja. Pada Jumat (24/8/2018), tiket duel timnas U-23 Indonesia melawan Uni Emirat Arab pada babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, juga dinyatakan sudah habis.
Tetapi bangku penonton di stadion yang berkapasitas 28.778 masih tidak dipadati penonton tepat sebelum pemain memasuki lapangan.
Menyadari hal tersebut, penonton yang sudah berada di tribun lantas menyanyikan yel-yel secara kompak.
"Tiketnya habis, tiketnya habis.. Bangkunya kosong... Tiketnya habis, tiketnya habis... Bangkunya kosong.."
Namun ternyata, bangku penonton mulai terisi sekitar 10 menit setelah laga dimulai.
Begitu pun saat grand final tim nasional sofbol putri Jepang menghadapi Chinese Taipei.
Berdasarkan pantaua, banyak bangku penonton yang tidak terisi. Akan tetapi, di loket depan arena ditulis keterangan bahwa tiket habis terjual.
Dari Tennis Indoor yang menampilkan aksi tuan rumah Indonesia melawan Kirgistan pada laga Pool A, hanya sejumlah bangku di dekat sisi lapangan yang terisi penonton. Bahkan bangku-bangku yang kosong terlihat begitu mencolok.
Beredar di kalangan media peliput, adanya surat teguran dari Director General Dewan Olimpiade Asian (OCA) Husain Al Musallam kepada Presiden INASGOC, Erick Thohir, soal banyaknya bangku penonton yang kosong.
"Kami melihat bahwa di berbagai venue selama perhelatan Asian Games 2018 banyak bangku yang kosong yang katanya sudah dijatah oleh manajer venue atau pertandingan untuk ofisial federasi nasional lokal," tulis surat tersebut.
"Ini tentu menyebabkan kebingungan dan terlihat tidak baik bagi broadcasting dengan banyaknya bangku kosong."
"Dewan Olimpiade Asian menginstruksikan tidak lebih dari 10 persen bangku yang diperuntukkan untuk ofisial. Saya akan mengapresiasi jika Anda bisa menginformasikan hal ini kepada pihak venue dan pejabat yang bersangkutan," bunyi surat tersebut yang tertulis pada 21 Agustus 2018.
Beredar Surat Terguran OCA
Beredar surat diduga teguran dari OCA, (Olympic Council of Asia) atau Dewan Olimpiade Asia yang mempermasalahkan kosongnya kursi penonton.
Foto surat yang beredar di kalangan wartawan itu bertanggal 21 Agustus 2018 dan ditujukan kepada Ketua INASGOC, alias ketua panitia Asian Games 2018 Erick Thohir.
Surat ditulis dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Husain Al Musallam.
Dalam suratnya itu, ia mengatakan kosongnya kursi penonton terlihat tidak baik untuk penyiaran dan menyebabkan banyak kebingungan.
OCA meminta agar panitia Asian Games 2018, INASGOC, membatasi kursi yang dialokasikan kepada manajer kompetisi atau venue.
Surat berbahasa Inggris itu juga meminta tiket untuk pejabat organisasi olahraga Indonesia, tidak lebih dari 10 persen dari total tiket.
Belum ada konfirmasi dari Erick Thohir mengenai kebenaran surat yang beredar tersebut.
Seperti diketahui, ramai terdengar keluhan dari publik yang kehabisan tiket pertandingan atau perlombaan.
Padahal, kerap kali terlihat ada bangku-bangku kosong di venue ajang yang tiketnya diklaim sudah terjual habis itu.
Kericuhan terakhir, bahkan mungkin bisa disebut terbesar, terjadi menjelang final bulutangkis beregu Asian Games 2018, Rabu (22/8/2018).
Adu Mulut
Dikutip dari BolaSport.com di loket penjualan tiket Asian Games di Jalan Pintu I Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pembeli tiket bahkan sempat adu mulut dengan panitia penjualan tiket.
Ketika itu, calon penonton yang sudah mengantre hendak membeli tiket laga antara Indonesia kontra China menerima informasi bahwa tiket sudah habis.





Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.