AGEN BANDARQ - Perang Suriah: Pesawat Tempur Rusia Targetkan Mengebom Provinsi Idlib
AGEN BANDARQ - Perang Suriah: Pesawat Tempur Rusia Targetkan Mengebom Provinsi Idlib
AGEN BANDARQ - Pesawat-pesawat yang diduga milik Rusia, dilaporkan mengebom sasaran yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib di Suriah, ketika pasukan pemerintah melakukan serangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jika benar dikonfirmasi, serangan itu akan menjadi serangan udara pertama di kawasan konflik tersebut dalam tiga minggu terakhir.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Bashar al-Assad, menentang peluncuran "serangan nekat" di Idlib.
Namun, sebagaimana dikutip dari KARTUCERDAS,ORG pada Rabu (5/9/2918), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak peringatan itu dan mengatakan tentara Suriah "bersiap-siap" untuk membersihkan "pendudukan terorisme".
Peskov mengatakan militan terkait al Qaeda yang mendominasi di provinsi barat laut Idlib mengancam pangkalan militer Rusia di Suriah, dan memblokir solusi perdamaian politik terkait perang saudara.
Di lain pihak, PBB telah memperingatkan bencana kemanusiaan yang memprihatinkan jika serangan habis-habisan terus terjadi.
Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, meminta Rusia dan Turki segera bertindak untuk mencegah pertumpahan darah di Idlib. Dia mengatakan pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan "akan membuat perbedaan besar".
Jubir de Mistura juga mendukung komentar Donald Trump tentang konflik di Idlib, dan mengatakan bahwa peringatan tersebut adalah "pesan yang benar".
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa jet Rusia telah melakukan sekitar 30 serangan di sekitar 16 daerah yang dikuasai pemberontak di Idlib barat, pegunungan Provinsi Latakia, dan dataran Sahl al-Ghab.
Kantor berita pro-oposisi Step News melaporkan serangan Rusia terjadi di desa-desa Inab, al-Janudiya, Tal Aawar, Sririf, Jadraya dan al-Bariya.
Sebuah situs berita yang berafiliasi dengan aliansi jihad Al Qaeda, Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mengunggah foto-foto yang menunjukkan gumpalan asap naik dari beberapa desa.
Pertahanan Sipil Suriah, yang petugas penyelamatnya umum dikenal sebagai White Helmets, melaporkan bahwa tiga warga sipil telah tewas dalam serangan di Jisr al-Shughour.
Observatorium Suriah mengatakan serangan udara Rusia adalah yang pertama selama 22 hari terakhir, dan terjadi hanya berselang beberapa jam setelah tiga orang pasukan pro-pemerintah tewas oleh tembakan roket pemberontak di wilayah Jabal Turkmenistan di Latakia.
AGEN BANDARQ - Perang Suriah: Pesawat Tempur Rusia Targetkan Mengebom Provinsi Idlib
AGEN BANDARQ - Pesawat-pesawat yang diduga milik Rusia, dilaporkan mengebom sasaran yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib di Suriah, ketika pasukan pemerintah melakukan serangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jika benar dikonfirmasi, serangan itu akan menjadi serangan udara pertama di kawasan konflik tersebut dalam tiga minggu terakhir.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Bashar al-Assad, menentang peluncuran "serangan nekat" di Idlib.
Namun, sebagaimana dikutip dari KARTUCERDAS,ORG pada Rabu (5/9/2918), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak peringatan itu dan mengatakan tentara Suriah "bersiap-siap" untuk membersihkan "pendudukan terorisme".
Peskov mengatakan militan terkait al Qaeda yang mendominasi di provinsi barat laut Idlib mengancam pangkalan militer Rusia di Suriah, dan memblokir solusi perdamaian politik terkait perang saudara.
Di lain pihak, PBB telah memperingatkan bencana kemanusiaan yang memprihatinkan jika serangan habis-habisan terus terjadi.
Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, meminta Rusia dan Turki segera bertindak untuk mencegah pertumpahan darah di Idlib. Dia mengatakan pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan "akan membuat perbedaan besar".
Jubir de Mistura juga mendukung komentar Donald Trump tentang konflik di Idlib, dan mengatakan bahwa peringatan tersebut adalah "pesan yang benar".
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa jet Rusia telah melakukan sekitar 30 serangan di sekitar 16 daerah yang dikuasai pemberontak di Idlib barat, pegunungan Provinsi Latakia, dan dataran Sahl al-Ghab.
Kantor berita pro-oposisi Step News melaporkan serangan Rusia terjadi di desa-desa Inab, al-Janudiya, Tal Aawar, Sririf, Jadraya dan al-Bariya.
Sebuah situs berita yang berafiliasi dengan aliansi jihad Al Qaeda, Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mengunggah foto-foto yang menunjukkan gumpalan asap naik dari beberapa desa.
Pertahanan Sipil Suriah, yang petugas penyelamatnya umum dikenal sebagai White Helmets, melaporkan bahwa tiga warga sipil telah tewas dalam serangan di Jisr al-Shughour.
Observatorium Suriah mengatakan serangan udara Rusia adalah yang pertama selama 22 hari terakhir, dan terjadi hanya berselang beberapa jam setelah tiga orang pasukan pro-pemerintah tewas oleh tembakan roket pemberontak di wilayah Jabal Turkmenistan di Latakia.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.