AGEN BANDARQ - Razia Kafe, Hotel Serta Arena Permainan, Puluhan Pria dan Wanita Diamankan, 4 Positif Narkoba
AGEN BANDARQ - Razia Kafe, Hotel Serta Arena Permainan, Puluhan Pria dan Wanita Diamankan, 4 Positif Narkoba
AGEN BANDARQ - Tim gabungan dari Polsek Percut, Koramil, BNNK, Satpol PP, Dinas Pariwisata dan instansi pendukung melakukan razia skala besar di beberapa kafe, wahana permainan billyard, sejumlah hotel serta tempat kos di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (1/9/2018) malam.
Hasilnya, 30 orang yang tak memiliki identitas diamankan. Ke-30 orang tersebut terdiri dari pria dan wanita serta seorang waria. Seluruhnya, dikumpulkan di aula kantor Camat Percut Sei Tuan, Jalan Besar Tembung, untuk didata dan menjalani tes urine.
“Dari 30 orang tersebut, 4 orang yang di antaranya 3 laki-laki dan 1 perempuan, dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH SIK didampingi Kabid Pemberantasan BNNK Deliserdang, Kompol A Pangaribuan, Camat Percut Sei Tuan, H Tumanggor, Danramil Percut Sei Tuan serta pejabat lainnya usai razia, Minggu (2/9/2018) sekira jam 02.30 Wib.
Menurut dia, razia tersebut dilakukannya bersama 3 pilar dan lainnya guna meminimalisir tingkat kriminal di tengah masyarakat. Hal itu juga didorong banyaknya keluhan masyarakat mengenai perilaku kejahatan di tengah masyarakat.
Kegiatan razia diawali dengan melakukan apel dari seluruh elemen di kantor Camat Percut Sei Tuan untuk mendengarkan arahan langsung dari Kapolsek Percut Sei Tuan yang dilanjutkan doa bersama.
Petugas kemudian dibagi dalam dua regu untuk menyisir tempat mangkal warga pada larut malam. Rombongan pertama menuju ke Hotel Nusantara Garden di kawasan Pasar 15, Lahan Garapan Sei Rotan.
Di hotel melati milik, Ir Hendrik Dumanter Tampubolon, anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi PDIP, yang sudah bolak-balik di razia, kali ini petugas tak mendapatkan pasangan muda-mudi kumpul kebo.
Diduga, razia di hotel yang disebut-sebut tak memiliki izin itu telah bocor sebelumnya, meski terlihat ada beberapa kamar yang berisi, namun tak ada orang di dalamnya.
“Ini mana orangnya? Semua barang-barangnya ada, tapi kenapa orangnya gak ada? Petugas hotel, ayo saksikan akan kami geledah biar jangan ada barangnya yang hilang. Soalnya HP pemiliknya ini ada 3 biah berserakan di kasur,” sebut Kompol Faidil Zikri.
Meski tak ada hasil, petugas dari Dinas Pariwisata tetap memberikan surat panggilan bagi pemilik usaha yang nantinya, Selasa (4/9/2018) mendatang, wajib dihadiri guna menunjukan bukti izin bangunan dan lainnya.
“Ini surat dari kita (TDUP) agar bisa dipahami. Nantinya wajib hadir. Izinnya itu berupa; IMB, SIUP, izin pariwisata, pajak hotel dan lainnya. Pemilik harus bawa fotokopi surat tanah, fotokopi KTP masyarakat setempat/domisili yang setuju. Kalau gak ada izin pariwisata itu sudah melanggar Perda, seharusnya tidak boleh buka,” kata Dra Linda H Manurung, Kasih Pengawasan Pariwisata dari Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, yang langsung diterima manajer hotel.
Setelah memeriksa seluruh kamar dan hasilnya nihil, petugas beralih ke Kafe Sugeng yang berada di sebelahnya. Lagi-lagi petugas kebobolan.
Di kafe remang-remang–yang sebelumnya dirazia dan banyak kedapatan pasangan mesum tanpa busana–itu para pengunjung diduga keburu kabur begitu mengetahui adanya razia.
Selanjutnya, sebahagian tim menyisir ke kawan Kafe Datuk Boxa di Jalan Kemenangan, Desa Laut Dendang. Begitu tiba, petugas langsung disambut dengan dentuman musik keyboard, diiringi lantunan lagu dari seorang biduan.
Namun suasana ramai langsung berhenti setelah rombongan petugas Polisi dan TNI berkumpul di situ.
“Ayo, periksa semua yang wanitanya. Cek apakah ada identitasnya. Kalau gak ada, bawa semua,” tegas Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay.
Di Kafe Boxa, tak berlangsung lama. Setelah mendapatkan beberapa 4 waitress kafe yang tak mengantongi identitas, petugas langsung memboyong keempatnya.
Sementara, dari tim lainnya, petugas berhasil mengamankan beberapa pria dan wanita termasuk seorang waria dari kafe remang-remang yang berada di kawasan Tambak Bayan, Desa Bandar Setia.
Kemudian petugas gabungan kembali menyisir lokasi permainan billyard di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate. Dari 2 lokasi itu, yakni; Billyard Center di Boel 3 dan Bryan Billyard/Tika Biliard Center, petugas juga melakukan pemeriksaan identitas para pemain.
“Banyak yang terjaring, rata-rata gak ada identitasnya karena yang ngekos kebanyakan pria dan wanita dari kota lain,” sebut salah seorang petugas.
Razia kemudian berlanjut ke tempat kost yang berada di Jalan Letda Sujono, tak jauh dari Simpang Mandala dan Selamat Ketaren. Petugas menyisir kawasan kos tersebut berawal adanya informasi masyarakat tentang banyaknya penghuni kost diduga kumpul kebo atau pasangan bukan suami istri yang tinggal 1 kamar.
Dari situ, beberapa pria dan wanita juga diamankan dan seluruhnya di kumpulkan di Kantor Camat Percut Sei Tuan.
“Seluruhnya kita lakukan tes urine dan yang positif di assessment ke BNNK. Bagi yang tak memiliki data akan diberikan himbauan dan dipanggil orangtua. Dalam razia kali ini merupakan sekali besar dengan melibatkan sekitar 150 orang personil gabungan. Nantinya ini akan jadi program rutin, namun masalah waktunya akan kita acak,” pungkas Kompol Faidil Zikri diamini Camat H Tumanggor.
AGEN BANDARQ - Razia Kafe, Hotel Serta Arena Permainan, Puluhan Pria dan Wanita Diamankan, 4 Positif Narkoba
AGEN BANDARQ - Tim gabungan dari Polsek Percut, Koramil, BNNK, Satpol PP, Dinas Pariwisata dan instansi pendukung melakukan razia skala besar di beberapa kafe, wahana permainan billyard, sejumlah hotel serta tempat kos di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (1/9/2018) malam.
Hasilnya, 30 orang yang tak memiliki identitas diamankan. Ke-30 orang tersebut terdiri dari pria dan wanita serta seorang waria. Seluruhnya, dikumpulkan di aula kantor Camat Percut Sei Tuan, Jalan Besar Tembung, untuk didata dan menjalani tes urine.
“Dari 30 orang tersebut, 4 orang yang di antaranya 3 laki-laki dan 1 perempuan, dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH SIK didampingi Kabid Pemberantasan BNNK Deliserdang, Kompol A Pangaribuan, Camat Percut Sei Tuan, H Tumanggor, Danramil Percut Sei Tuan serta pejabat lainnya usai razia, Minggu (2/9/2018) sekira jam 02.30 Wib.
Menurut dia, razia tersebut dilakukannya bersama 3 pilar dan lainnya guna meminimalisir tingkat kriminal di tengah masyarakat. Hal itu juga didorong banyaknya keluhan masyarakat mengenai perilaku kejahatan di tengah masyarakat.
Kegiatan razia diawali dengan melakukan apel dari seluruh elemen di kantor Camat Percut Sei Tuan untuk mendengarkan arahan langsung dari Kapolsek Percut Sei Tuan yang dilanjutkan doa bersama.
Petugas kemudian dibagi dalam dua regu untuk menyisir tempat mangkal warga pada larut malam. Rombongan pertama menuju ke Hotel Nusantara Garden di kawasan Pasar 15, Lahan Garapan Sei Rotan.
Di hotel melati milik, Ir Hendrik Dumanter Tampubolon, anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi PDIP, yang sudah bolak-balik di razia, kali ini petugas tak mendapatkan pasangan muda-mudi kumpul kebo.
Diduga, razia di hotel yang disebut-sebut tak memiliki izin itu telah bocor sebelumnya, meski terlihat ada beberapa kamar yang berisi, namun tak ada orang di dalamnya.
“Ini mana orangnya? Semua barang-barangnya ada, tapi kenapa orangnya gak ada? Petugas hotel, ayo saksikan akan kami geledah biar jangan ada barangnya yang hilang. Soalnya HP pemiliknya ini ada 3 biah berserakan di kasur,” sebut Kompol Faidil Zikri.
Meski tak ada hasil, petugas dari Dinas Pariwisata tetap memberikan surat panggilan bagi pemilik usaha yang nantinya, Selasa (4/9/2018) mendatang, wajib dihadiri guna menunjukan bukti izin bangunan dan lainnya.
“Ini surat dari kita (TDUP) agar bisa dipahami. Nantinya wajib hadir. Izinnya itu berupa; IMB, SIUP, izin pariwisata, pajak hotel dan lainnya. Pemilik harus bawa fotokopi surat tanah, fotokopi KTP masyarakat setempat/domisili yang setuju. Kalau gak ada izin pariwisata itu sudah melanggar Perda, seharusnya tidak boleh buka,” kata Dra Linda H Manurung, Kasih Pengawasan Pariwisata dari Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, yang langsung diterima manajer hotel.
Setelah memeriksa seluruh kamar dan hasilnya nihil, petugas beralih ke Kafe Sugeng yang berada di sebelahnya. Lagi-lagi petugas kebobolan.
Di kafe remang-remang–yang sebelumnya dirazia dan banyak kedapatan pasangan mesum tanpa busana–itu para pengunjung diduga keburu kabur begitu mengetahui adanya razia.
Selanjutnya, sebahagian tim menyisir ke kawan Kafe Datuk Boxa di Jalan Kemenangan, Desa Laut Dendang. Begitu tiba, petugas langsung disambut dengan dentuman musik keyboard, diiringi lantunan lagu dari seorang biduan.
“Ayo, periksa semua yang wanitanya. Cek apakah ada identitasnya. Kalau gak ada, bawa semua,” tegas Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay.
Di Kafe Boxa, tak berlangsung lama. Setelah mendapatkan beberapa 4 waitress kafe yang tak mengantongi identitas, petugas langsung memboyong keempatnya.
Sementara, dari tim lainnya, petugas berhasil mengamankan beberapa pria dan wanita termasuk seorang waria dari kafe remang-remang yang berada di kawasan Tambak Bayan, Desa Bandar Setia.
Kemudian petugas gabungan kembali menyisir lokasi permainan billyard di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate. Dari 2 lokasi itu, yakni; Billyard Center di Boel 3 dan Bryan Billyard/Tika Biliard Center, petugas juga melakukan pemeriksaan identitas para pemain.
Selain itu, tempat kos yang berada di lantai II dan III gedung billyard juga tak luput dari pemeriksaan.
“Banyak yang terjaring, rata-rata gak ada identitasnya karena yang ngekos kebanyakan pria dan wanita dari kota lain,” sebut salah seorang petugas.
Razia kemudian berlanjut ke tempat kost yang berada di Jalan Letda Sujono, tak jauh dari Simpang Mandala dan Selamat Ketaren. Petugas menyisir kawasan kos tersebut berawal adanya informasi masyarakat tentang banyaknya penghuni kost diduga kumpul kebo atau pasangan bukan suami istri yang tinggal 1 kamar.
Dari situ, beberapa pria dan wanita juga diamankan dan seluruhnya di kumpulkan di Kantor Camat Percut Sei Tuan.
“Seluruhnya kita lakukan tes urine dan yang positif di assessment ke BNNK. Bagi yang tak memiliki data akan diberikan himbauan dan dipanggil orangtua. Dalam razia kali ini merupakan sekali besar dengan melibatkan sekitar 150 orang personil gabungan. Nantinya ini akan jadi program rutin, namun masalah waktunya akan kita acak,” pungkas Kompol Faidil Zikri diamini Camat H Tumanggor.






Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.