AGEN BANDARQ - Setelah 3 Bulan Meninggal Dunia, Kubur Zulkifli Siagian Digali Polisi (Ada Keluarga yang Keberatan)
AGEN BANDARQ - Setelah 3 Bulan Meninggal Dunia, Kubur Zulkifli Siagian Digali Polisi (Ada Keluarga yang Keberatan)
AGEN BANDARQ - Polisi dibantu tim Forensik RS Bhayangkara Medan bersama keluarga Zulkifli Siagian, menyaksikan penggalian makam/kuburan pria 78 tahun itu di pekuburuan umum Mandailing, Jalan Brigjend Katamso Medan, Rabu (26/9/2018) sekira jam 10.00 Wib.
Pembongkaran kuburan tersebut dilakukan karena ada salah seorang anggota keluarga korban yang mengaku curiga dengan kematian Zulkifli adalah disebabkan tindak kekerasan.
Zulkifli ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kediamannya, Jalan Mandala By Pas, Gang Orba, Medan pada 1 Juli 2018 lalu.
“Ya benar, pembongkaran makam tadi kita lakukan bersama dokter tim forensik RS Bhayangkara Medan yang juga disaksikan keluarga korban yang merasa keberatan,” beber Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Rabu (26/9/2018) malam.
Atas kecurigaan itu, pihak keluarga yang belum disebutkan identitasnya itu membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan, dengan bukti Laporan Polisi nomor: LP/1594/ VII/2018/SPK/ Restabes Medan, pada tanggal 31 Juli 2018 tentang dugaan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHPidana.
“Kita melakukan pembongkaran makam tersebut setelah ada laporan resmi dari keluarganya, dan itu setelah beberapa lama baru dilaporkan. Untuk itu, kita melaksanakan exhumasi serta pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam terhadap mayat dengan identitas Zulkifli Siagian yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Medan,” terangnya.
Menurut Putu Yudha, meski sudah melakukan pembongkaran kubur, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban memang dibunuh atau tidak.
“Jadi yang keberatan dari keluarga korban hanya 1, kalau sebelumnya dan beberapa pihak keluarga lain sudah cukup ikhlas, karena korban sendiri ditemukan di kamar mandi dengan posisi terjatuh,” terangnya.
Pun begitu, polisi mengaku masih menunggu hasil tim dokter forensik RS Bhayangkara Medan.
“Kita masih menununggu hasil dokter forensik, baru bisa melanjutkan penyidikan. Maka kita tunggu keluar hasil otopsinya,” imbuh AKBP Putu Yudha, tanpa menyebut identitas keluarga korban yang merasa keberatan.
Pantauan di lokasi, seorang tim dokter forensik sempat menyebut bahwa dari hasil pengecekan terhadap jenazah korban ditemukan adanya bekas luka di bahagian tengkorak belakang korban.
Namun menurut dia, kesimpulan pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya.
AGEN BANDARQ - Setelah 3 Bulan Meninggal Dunia, Kubur Zulkifli Siagian Digali Polisi (Ada Keluarga yang Keberatan)
AGEN BANDARQ - Polisi dibantu tim Forensik RS Bhayangkara Medan bersama keluarga Zulkifli Siagian, menyaksikan penggalian makam/kuburan pria 78 tahun itu di pekuburuan umum Mandailing, Jalan Brigjend Katamso Medan, Rabu (26/9/2018) sekira jam 10.00 Wib.
Pembongkaran kuburan tersebut dilakukan karena ada salah seorang anggota keluarga korban yang mengaku curiga dengan kematian Zulkifli adalah disebabkan tindak kekerasan.
Zulkifli ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kediamannya, Jalan Mandala By Pas, Gang Orba, Medan pada 1 Juli 2018 lalu.
“Ya benar, pembongkaran makam tadi kita lakukan bersama dokter tim forensik RS Bhayangkara Medan yang juga disaksikan keluarga korban yang merasa keberatan,” beber Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Rabu (26/9/2018) malam.
Atas kecurigaan itu, pihak keluarga yang belum disebutkan identitasnya itu membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan, dengan bukti Laporan Polisi nomor: LP/1594/ VII/2018/SPK/ Restabes Medan, pada tanggal 31 Juli 2018 tentang dugaan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHPidana.
“Kita melakukan pembongkaran makam tersebut setelah ada laporan resmi dari keluarganya, dan itu setelah beberapa lama baru dilaporkan. Untuk itu, kita melaksanakan exhumasi serta pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam terhadap mayat dengan identitas Zulkifli Siagian yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Medan,” terangnya.
Menurut Putu Yudha, meski sudah melakukan pembongkaran kubur, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban memang dibunuh atau tidak.
“Jadi yang keberatan dari keluarga korban hanya 1, kalau sebelumnya dan beberapa pihak keluarga lain sudah cukup ikhlas, karena korban sendiri ditemukan di kamar mandi dengan posisi terjatuh,” terangnya.
Pun begitu, polisi mengaku masih menunggu hasil tim dokter forensik RS Bhayangkara Medan.
“Kita masih menununggu hasil dokter forensik, baru bisa melanjutkan penyidikan. Maka kita tunggu keluar hasil otopsinya,” imbuh AKBP Putu Yudha, tanpa menyebut identitas keluarga korban yang merasa keberatan.
Pantauan di lokasi, seorang tim dokter forensik sempat menyebut bahwa dari hasil pengecekan terhadap jenazah korban ditemukan adanya bekas luka di bahagian tengkorak belakang korban.
Namun menurut dia, kesimpulan pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.