RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

AGEN BANDARQ - Kematian Ribuan Ikan Langka Paksa China Hentikan Pembangunan Jembatan

AGEN BANDARQ - Kematian Ribuan Ikan Langka Paksa China Hentikan Pembangunan Jembatan

AGEN BANDARQ - Kematian Ribuan Ikan Langka Paksa China Hentikan Pembangunan Jembatan


 https://bit.ly/2PRq9Df


AGEN BANDARQ - Pemerintah China menghentikan pembangunan jembatan di provinsi Hubei setelah muncul laporan bahwa proyek tersebut menyebabkan kematian sekitar 6.000 ekor ikan sturgeon lokal yang terancam punah.

Menurut laporan surat kabar China Daily, yang mengutip pernyataan Kementerian Pertanian, hasil investigasi menemukan bahwa proyek konstruksi di kota Jingzhou itu secara ilegal merambah cagar alam nasional yang dilindungi.

Dikutip dari RAJACERDAS,ORG pada Jumat (23/11/2018), ikan-ikan itu dikembangbiakkan di sebuah perternakan akuatik di Jingzhou.

Kematian ikan yang menghasilkan kaviar itu dituding karena efek kejut dari suara dan perubahan tingkat keasaman pada sumber airnya, di mana berasal dari pembangunan jembatan yang berjarak kurang sekitar sepuluh kilometer jauhnya.

Populasi ikan sturgeon di China sejatinya telah berada di ambang kepunaan akibat polusi yang tidak terkendali di beberapa sungainya.

Selain itu, ekosistem ikan sturgeon juga terancam oleh penangkapan ikan yang berlebihan dan pembangunan bendungan hidroelektrik besar di sepanjang sungai Yangtze.

Pengembangan sungai yang berlebihan juga telah menghancurkan populasi beberapa hewan endemik setempat, termasuk menjadi penyebab kepunahan lumba-lumba baiji, yang dikenal sebagai "Duyung Sungai Kuning".

Sebanyak 1.085 hewan dan tumbuhan asli China masuk dalam daftar merah spesies global yang "terancam", menurut disusun oleh Persatuan Pelestarian Alam Internasional (IUCN) pada tahun 2017.

Ditambahkan oleh sebuah laporan ilmiah lainnya di tahun yang sama, total ada 738 spesies yang dilindungi semakin menurun populasinya dari tahun 2000 hingga 2015.

Dari semua daftar merah tersebut, hanya 102 spesies yang mengalami peningkatan selama periode serupa, meskipun jumlahnya tidak signifikan.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.