AGEN BANDARQ - Detik-Detik Mahasiswa Tenggelam di Curug Bayan Baturraden Saat Swafoto
AGEN BANDARQ - Detik-Detik Mahasiswa Tenggelam di Curug Bayan Baturraden Saat Swafoto
AGEN BANDARQ - Layaknya remaja seusianya, Mohammad Aldi Prayogi (18), mahasiswa ITT Telkom Purwokerto, tentu ingin mengenal lingkungan di sekitarnya. Apalagi, keindahan Baturraden telah terkenal hingga mancanegara.
Maklum, Aldi berasal dari Kalimantan Tengah. Jauh-jauh dari Borneo, Aldi menuntut ilmu di Purwokerto.
Minggu 2 Desember 2018 sore, ia bersama dengan dua rekan mahasiswa yang sama-sama berasal dari Kalimantan Tengah, yakni Pratama Bagus Septianto (18) dan Ahmad Khoirol Mauludi (19) berwisata ke Curug Bayan, Desa Ketengah, Baturraden.
Keindahan Curug Bayan dan airnya yang jernih memikat tiga sekawan ini untuk berenang. Mereka pun berswafoto, dengan latar belakang air terjun yang bergemuruh. Saat itu debit air meningkat tanpa diketahui ketiganya.
Nahas tak dapat ditolak, Mohammad Aldi terpeleset dan langsung hanyut dalam pusaran arus Curug Bayan. Riang sore itu berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan ketika Aldi tenggelam.
Melihat temannya terseret air yang bergolak, dua rekan Aldi berusaha menolong. Mereka pun sempat meraih tangah Aldi.
Sayangnya, arus terlalu kuat. Tangan Aldi terlepas dari dua rekan yang berusaha mati-matian menolongnya.
"Nah, kebetulan posisinya agak ke tengah, karena kedalaman sampai di dada. Itu berarti kedalaman satu meter lebih," ucap Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra, Minggu malam.
Pengelola dan warga yang mengetahui kejadian ini pun langsung berusaha mengevakuasi korban dengan alat seadanya. Namun, mereka tak berhasil karena debit Curug Bayan yang semakin tinggi.
Kemungkinan besar, hujan terjadi di hulu Sungai Jenggala, sehingga Aldi, si korban tenggelam dan rekannya, tak menyadari ada banjir di sungai ini.
AGEN BANDARQ - Detik-Detik Mahasiswa Tenggelam di Curug Bayan Baturraden Saat Swafoto
AGEN BANDARQ - Layaknya remaja seusianya, Mohammad Aldi Prayogi (18), mahasiswa ITT Telkom Purwokerto, tentu ingin mengenal lingkungan di sekitarnya. Apalagi, keindahan Baturraden telah terkenal hingga mancanegara.
Maklum, Aldi berasal dari Kalimantan Tengah. Jauh-jauh dari Borneo, Aldi menuntut ilmu di Purwokerto.
Minggu 2 Desember 2018 sore, ia bersama dengan dua rekan mahasiswa yang sama-sama berasal dari Kalimantan Tengah, yakni Pratama Bagus Septianto (18) dan Ahmad Khoirol Mauludi (19) berwisata ke Curug Bayan, Desa Ketengah, Baturraden.
Keindahan Curug Bayan dan airnya yang jernih memikat tiga sekawan ini untuk berenang. Mereka pun berswafoto, dengan latar belakang air terjun yang bergemuruh. Saat itu debit air meningkat tanpa diketahui ketiganya.
Nahas tak dapat ditolak, Mohammad Aldi terpeleset dan langsung hanyut dalam pusaran arus Curug Bayan. Riang sore itu berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan ketika Aldi tenggelam.
Melihat temannya terseret air yang bergolak, dua rekan Aldi berusaha menolong. Mereka pun sempat meraih tangah Aldi.
Sayangnya, arus terlalu kuat. Tangan Aldi terlepas dari dua rekan yang berusaha mati-matian menolongnya.
"Nah, kebetulan posisinya agak ke tengah, karena kedalaman sampai di dada. Itu berarti kedalaman satu meter lebih," ucap Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra, Minggu malam.
Pengelola dan warga yang mengetahui kejadian ini pun langsung berusaha mengevakuasi korban dengan alat seadanya. Namun, mereka tak berhasil karena debit Curug Bayan yang semakin tinggi.
Kemungkinan besar, hujan terjadi di hulu Sungai Jenggala, sehingga Aldi, si korban tenggelam dan rekannya, tak menyadari ada banjir di sungai ini.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.