AGEN BANDARQ Kenapa Negara Tak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya?
AGEN BANDARQ Kenapa Negara Tak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya?
AGEN BANDARQ - Semakin kesini, semakin kita menyadari bahwa ada negara yang kaya banget, dan ada pula yang tidak. Dan…. masih banyak juga orang miskin dalam suatu negara, terutama di negara berkembang seperti negara kita. Hem.. dari sini, apakah tidak ada cara untuk memberantas kemiskinan? Dan, kenapa negara kita tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja?
Mencetak Uang Berlebih = Mendatangkan Masalah

Kadang kita berpikir kalau mencetak uang yang banyak, akan mendatangkan kesejahteraan dalam tanda kutip, secara ekonomi. Tapi, sebenarnya itu justru mendatangkan masalah baru. Oleh karenanya, negara jarang mencetak uang yang berlebihan. Intinya, kita tidak bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya, karena hal itu bisa mengakibatkan kenaikan harga barang, dan penurunan dalam tanda kutip “nilai” uang itu sendiri, atau yang biasa disebut sebagai inflasi. Eits.. tunggu dulu…. bagaimana hal itu dapat terjadi?

Pendeknya, dalam suatu pasar, pasti ada kegiatan jual dan beli. Jadi, perputaran uang itu menumbuhkan ekonomi. Simpelnya, negara akan mencetak uang berdasarkan kebutuhan permintaan dan penawaran yang terjadi dalam pasar. Nah, jadi banyaknya jumlah uang yang beredar dan jumlah barang yang dibutuhkan harus lah seimbang. Lalu, bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau uang yang dicetak terlalu banyak?

Jika pemerintah mencetak terlalu banyak uang, kita akan juga memiliki lebih banyak uang dan tentunya membuat kemampuan membeli barang semakin tinggi. Soalnya, kita secara tidak langsung, harus menghabiskan uang kita untuk membeli barang. Alhasil, harganya pun menyesuaikan, jadi lebih tinggi.
Namun sayangnya, si produsen, atau orang yang menyediakan barangnya pun tidak sanggup untuk memproduksi barang. Akibatnya, jumlah barang yang ingin kita beli jadi berkurang. Kemudian, hal tersebut tidak mengubah apa-apa, kecuali menurunkan, dalam tanda kutip, “nilai” uang itu sendiri, sehingga nilainya semakin lama, semakin tidak berharga karena jumlahnya yang terlalu banyak.

Oleh karena itu, pemerintah tidak mencetak uang terlalu banyak, karena nanti akan menyebabkan inflasi parah, atau hyperinflation. Hmm… tapi, adakah negara yang pernah mengalami hal ini?
Akibat Hiper Inflasi

Fakta uniknya, cukup banyak negara di dunia ini, pernah mengalami inflasi parah, akibat mencetak uang yang terlalu berlebihan. Ya, negara-negara ini mengalami krisis yang sangat sangat sangaaat parah. Salah satunya adalah negara Jerman setelah kalah pada perang dunia pertama dan harus membayar kerugian perang. Saking tidak berharganya, uang disana dipakai untuk mainan, menyalakan api kompor, hingga jadi penghias dinding di rumah!

Selain itu juga ada negara Zimbabwe. Salah satu negara di Afrika. Negara ini pernah mengalami krisis yang sangat parah, contohnya harga telur disana bisa mencapai angka milyaran dollar Zimbabwe, sangat fantastis. Karena uang terlalu banyak, membuat orang harus membeli barang demi menghabiskan uangnya. Makanya, tak heran harga telur saja bisa jadi milyaran dollar.

Terus, Venezuela juga pernah mengalami krisis seperti ini. Saking banyak uang yang dicetaknya, disana sampai toko-toko pun kosong! Karena pasti ngapain juga produksi barang, kan uangnya sudah banyak. Alhasil, jadi bingung apa yang mau kita belanjain, wong barangnya aja ngga ada. Dan tak ketinggalan juga, negara Hungaria setelah perang dunia kedua, yang pernah memiliki kertas uang yang bernilai nominal 1 milyar triliun, menjadikannya inflasi terparah sepanjang sejarah.

Jadi, semoga tulisan ini bisa menyadarkan diri kita sendiri untuk tidak mencoba mencetak uang. Karena tidak hanya membuat terjadinya inflasi, mencetak uang juga melanggar hukum, membuat tinta printer kita habis dan dapat membuat kita masuk penjara.
Dan seperti biasa, terima kasih.
AGEN BANDARQ Kenapa Negara Tak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya?
AGEN BANDARQ - Semakin kesini, semakin kita menyadari bahwa ada negara yang kaya banget, dan ada pula yang tidak. Dan…. masih banyak juga orang miskin dalam suatu negara, terutama di negara berkembang seperti negara kita. Hem.. dari sini, apakah tidak ada cara untuk memberantas kemiskinan? Dan, kenapa negara kita tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja?
Mencetak Uang Berlebih = Mendatangkan Masalah
Kadang kita berpikir kalau mencetak uang yang banyak, akan mendatangkan kesejahteraan dalam tanda kutip, secara ekonomi. Tapi, sebenarnya itu justru mendatangkan masalah baru. Oleh karenanya, negara jarang mencetak uang yang berlebihan. Intinya, kita tidak bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya, karena hal itu bisa mengakibatkan kenaikan harga barang, dan penurunan dalam tanda kutip “nilai” uang itu sendiri, atau yang biasa disebut sebagai inflasi. Eits.. tunggu dulu…. bagaimana hal itu dapat terjadi?
Pendeknya, dalam suatu pasar, pasti ada kegiatan jual dan beli. Jadi, perputaran uang itu menumbuhkan ekonomi. Simpelnya, negara akan mencetak uang berdasarkan kebutuhan permintaan dan penawaran yang terjadi dalam pasar. Nah, jadi banyaknya jumlah uang yang beredar dan jumlah barang yang dibutuhkan harus lah seimbang. Lalu, bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau uang yang dicetak terlalu banyak?
Jika pemerintah mencetak terlalu banyak uang, kita akan juga memiliki lebih banyak uang dan tentunya membuat kemampuan membeli barang semakin tinggi. Soalnya, kita secara tidak langsung, harus menghabiskan uang kita untuk membeli barang. Alhasil, harganya pun menyesuaikan, jadi lebih tinggi.
Namun sayangnya, si produsen, atau orang yang menyediakan barangnya pun tidak sanggup untuk memproduksi barang. Akibatnya, jumlah barang yang ingin kita beli jadi berkurang. Kemudian, hal tersebut tidak mengubah apa-apa, kecuali menurunkan, dalam tanda kutip, “nilai” uang itu sendiri, sehingga nilainya semakin lama, semakin tidak berharga karena jumlahnya yang terlalu banyak.
Oleh karena itu, pemerintah tidak mencetak uang terlalu banyak, karena nanti akan menyebabkan inflasi parah, atau hyperinflation. Hmm… tapi, adakah negara yang pernah mengalami hal ini?
Akibat Hiper Inflasi
Fakta uniknya, cukup banyak negara di dunia ini, pernah mengalami inflasi parah, akibat mencetak uang yang terlalu berlebihan. Ya, negara-negara ini mengalami krisis yang sangat sangat sangaaat parah. Salah satunya adalah negara Jerman setelah kalah pada perang dunia pertama dan harus membayar kerugian perang. Saking tidak berharganya, uang disana dipakai untuk mainan, menyalakan api kompor, hingga jadi penghias dinding di rumah!
Selain itu juga ada negara Zimbabwe. Salah satu negara di Afrika. Negara ini pernah mengalami krisis yang sangat parah, contohnya harga telur disana bisa mencapai angka milyaran dollar Zimbabwe, sangat fantastis. Karena uang terlalu banyak, membuat orang harus membeli barang demi menghabiskan uangnya. Makanya, tak heran harga telur saja bisa jadi milyaran dollar.
Terus, Venezuela juga pernah mengalami krisis seperti ini. Saking banyak uang yang dicetaknya, disana sampai toko-toko pun kosong! Karena pasti ngapain juga produksi barang, kan uangnya sudah banyak. Alhasil, jadi bingung apa yang mau kita belanjain, wong barangnya aja ngga ada. Dan tak ketinggalan juga, negara Hungaria setelah perang dunia kedua, yang pernah memiliki kertas uang yang bernilai nominal 1 milyar triliun, menjadikannya inflasi terparah sepanjang sejarah.
Jadi, semoga tulisan ini bisa menyadarkan diri kita sendiri untuk tidak mencoba mencetak uang. Karena tidak hanya membuat terjadinya inflasi, mencetak uang juga melanggar hukum, membuat tinta printer kita habis dan dapat membuat kita masuk penjara.
Dan seperti biasa, terima kasih.




Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.