RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

AGEN BANDARQ - Danial Arief Ceritakan Detik-detik Menyeramkan Dalam Hidupnya

Danial Arief harus kehilangan dua kakinya akibat kecelakaan fatal di tempat kerja.


Danial Arief Ceritakan Detik-detik Menyeramkan Dalam Hidupnya




AGEN BANDARQ - Seorang pemuda asal Penang, Malaysia, Danial Arief, mengalami kejadian buruk ketika bekerja di Korea Selatan. Dia terpaksa kehilangan dua kakinya lantaran kecelakaan fatal.

Danial bekerja di pabrik daur ulang sampah plastik. Tanpa sengaja, kakinya tergerus dan tergiling mesin.

Peristiwa nahas itu berlangsung pada Oktober tahun lalu. Karena tidak bisa diselamatkan, dua kaki Danial Arief harus diamputasi.

Pemuda itu kemudian menceritakan detik-detik mengerikan yang dia alami di akun Facebooknya. Dia mengaku mengalami rasa sakit yang tak terbayangkan.

Dikutip dari Siakapkeli.my, Danial bercerita saat dia bangun tidur pada Senin, 19 Oktober 2018. Waktu itu, dia bangun pagi seperti biasa, pukul 06.00 waktu setempat dan mulai bekerja pada pukul 07.00.



" Usai mandi dan bersiap, sekitar pukul 06.40, saya turun ke ruang utama hendak merokok. Anehnya, sepatu boot saya hilang di hari itu," tulis Danial.

Danial Arief mengaku sudah mencari ke manapun namun tetap saja sepatunya tidak ditemukan. Dia lalu memutuskan untuk meminjam sepatu teman.

" Saya lalu pergi ke bagian mesin dan menyalakannya. Maklum, pekerjaan saya adalah menyalaman mesin pendaur ulang," kata dia.

Diajak ke Klinik

Pada pukul 09.00, seorang pelanggan wanita datang. Danial memanggilnya dengan Omma karena sudah seperti ibu sendiri. Pun demikian, dia juga diperlakukan wanita itu selaiknya anak sendiri.

" Dia mau mengantarkan saya ke klinik untuk memeriksakan kaki saya. Sepekan sebelumnya, betis saya terkena pisau, lukanya dalam," tulis dia.

Singkat cerita, pukul 15.00, mesin mati mendadak. Sebagai operator sekaligus teknisi, Danial Arief segera memeriksa mesin tersebut.

" Mesin itu tidak bekerja, saya pun heran. Saya tanya ke atasan selaku orang lama, meminta izin masuk ke dalam mesin," kata dia.

Danial lalu masuk ke dalam mesin setelah dibolehkan oleh atasannya. Si atasan sudah memastikan mesin dalam keadaan aman.

Detik-detik Mengerikan

" Ketika sedang membersihkan benda yang tersangkut, tiba-tiba saya jatuh ke mesin penggiling," kata Danial.

Seketika, Danial Arief meneriakkan takbir dan menjerit. Sempat tersirat dalam benaknya, pemuda itu mengira akan mati. Dia juga sempat melihat kondisi kakinya yang hancur.

" Ya Allah, semua orang mengelilingi saya dan menangis. Sahabat, saya hampir pingsan. Merinding melihatnya. Saya meraung sekuat tenaga," kata Danial.

Tiga menit kemudian, tim penyelamatan dan medis tiba dan segera mengevakuasi Danial. Pemuda itu merasa sangat kehausan.

" Saya pikir, ya Allah, inikah sakaratul maut??? Saya merasakan sangat-sangat haus," terang Danial.

Hampir Pingsan, Ditampar Petugas Medis

Petugas medis kemudian bertanya siapa nama lengkap Danial. Di mana tempat tinggalnya. Pemuda itu tak sanggup menjawab dan terus minta air, namun dilarang dengan alasan bahaya.

" Setelah itu, masker oksigen menutup bagian mulut saya. Orang medis itu terus mengajak saya bicara. Kaki kanan saya hancur, kaki kiri tersangkut," ucap Danial.

Tim medis memutuskan untuk mengamputasi kaki Danial lantaran sulit diselamatkan. Setelah itu, Danial segera diangkut dengan ambulans dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter.

Dalam situasi itu, Danial Arief hampir pingsan namun salah satu tenaga medis menamparnya agar pemuda itu tetap sadar.

" Dia bilang bangun. Setelah itu dia tanya apa makanan kesukaan saya, mengapa saya tidak suka makanan Korea? Saya diam dan hanya menjawab dalam hati. Kepala saya pusing sekali," ucap Danial.

Jalani Perawatan

Terbang selama lima menit, Danial Arief tiba di Ajoudae Hospital. Saat itu, pandangannya mulai kabur. Perawat lalu kembali menampar mukanya.

Danial langsung dibawa ke ruang bedah. Di dalam ruangan sudah ada beberapa dokter yang siap memberikan tindakan. Setelah itu, dokter memberikan obat bius hingga Danial tertidur.

" Setelah tiga hari, saya pun sadar. Benda pertama yang saya cari adalah air. Saya memang sangat haus," tutur Danial.

Keesokan harinya, keluarga Danial Arief datang dari Malaysia. Ayah dan ibunya menangis melihat kondisi Danial.

" Ya Allah, betapa sedihnya saya melihat mereka menangis. Sumpah, saya tidak kuat," tulis dia.

Danial kemudian berpesan kepada semua orang agar memperhatikan faktor keselamatan dalam bekerja. " Berpikir logis, jangan seperti saya," kata dia.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.