Hitler dan Kotoran Merpati di Pembukaan Olimpiade 1936
Hitler dan Kotoran Merpati di Pembukaan Olimpiade 1936

Olimpiade 1936 di Berlin, Jerman, yang dilangsungkan pada musim panas menyisakan tidak sedikit kisah menarik. Terutama hal-hal yang sehubungan dengan pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler.
Berlin terpilih menjadi tuan lokasi tinggal Olimpiade 1936 dalam Sidang Komite Olimpiade Internasional (IOC) ke-29 di Barcelona pada 1931. Kepastian itu terjadi dua tahun sebelum kejayaan Hitler dan Partai Nazi di Jerman.
Ajang edisi ke-11 itu direncanakan dilangsungkan dari 1 Agustus sampai 16 Agustus 1936. Untuk mengalahkan Olimpiade edisi sebelumnya di Los Angeles pada 1932, Hitler membina stadion baru dengan kapasitas 100 ribu kursi. Di samping itu, ia pun membuat enam gimnasium dan sejumlah kemudahan olahraga lain.
Hitler menyaksikan Olimpiade sebagai kesempatan untuk mempromosikan pemerintahannya dan cita-cita supremasi ras unggul Arya-Nordik. Ia juga hendak mewujudkan anti-semitisme atau paham yang dianut orang-orang yang tidak suka pada segala sesuatu yang terkaitdengan bangsa Yahudi.
Setelah Nazi memungut alih Jerman dan memulai kepandaian anti-semitisme, IOC melangsungkan diskusi eksklusif dengan negara-negara peserta Olimpiade untuk mengolah keputusan Olimpiade 1936 dilangsungkan di Berlin. Akan tetapi, rezim Hitler memberi garansi bahwa semua atlet Yahudi diizinkan berlomba di Tim Olimpiade Jerman.
Dilansir dari website resmi Olimpiade, sejumlah 49 negara dengan total 3.963 atlet berpartisipasi dalam Olimpiade 1936. Atlet putra berjumlah 3.632 orang, sementara atlet wanita 331 orang.
Pesta olahraga sangat bergengsi di dunia tersebut dimulai di Stadion Berlin pada Sabtu, 1 Agustus 1936. Pesawat Hindenburg Jerman terbang di atas stadion sambil membawa bendera Olimpiade.
Setelah Hitler dan regu datang, acara dilanjutkan dengan parade negara. Masing-masing bangsa memamerkan kostum yang unik.
Yunani yang adalahnegara cikal akan Olimpiade, menginjak stadion lebih dulu. Sedangkan Jerman sebagai tuan rumah hadir paling terakhir.
Beberapa atlet tampak secara sengaja memberi hormat untuk Nazi saat mereka melalui Hitler. Sementara beberapa lain seperti regu Amerika Serikat dan China memberi hormat dengan teknik meletakkan topi di dada.
Penulis novel asal Amerika, Thomas Wolfe, menonton langsung pendahuluan tersebut. Ia menyinggung acara itu nyaris seperti ajang keagamaan.
"Para pemirsa berteriak, bergoyang serempak, dan memohon untuk Hitler. Ada sesuatu yang menyeramkan dari pemandangan itu, penghormatan secara berlebihan untuk pribadi Hitler," kata Wolfe.
Hitler berdiri di lokasi yang lebih tinggi daripada yang lain ketika membuka ajang tersebut. Penulis sekaligus komentator televisi asal Amerika, David Wallechinsky, menyinggung acara Olimpiade ialah acara Hitler.
"Dia [Hitler] hendak dimuliakan," ucap Wallechinsky.
Setelah Presiden Komite Olimpiade Jerman menyerahkan kata sambutan, ajang itu secara resmi dimulai Hitler. "Saya mengaku membuka Olimpiade Berlin, merayakan Olimpiade edisi ke-11 di era modern," kata Hitler.
Bila Olimpiade 1928 di Amsterdam, Belanda, mengenalkan api Olimpiade guna kali kesatu, maka Olimpiade Berlin ialah kesatu kalinya diselenggarakan estafet obor. Estafet obor dibuka dari Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Hungaria, Ceko, Austria, hingga tiba di Jerman.
Akan tetapi, terlepas dari seluruh kemegahan upacara kemegahan dan pemuliaan Hitler, tidak seluruh berjalan cocok rencana. Hal tersebut diungkap pelari jarak jauh Amerika Serikat, Louis Zamperini.
"Mereka [panitia pembukaan] melepas 25 ribu merpati sampai-sampai langit diisi dengan merpati. Merpati-merpati tersebut mengelilingi kepala kami, dan panitia lantas melepas tembakan [ke angkasa]. Mereka fobia merpati tersebut mengeluarkan kotoran," ujar Zamperini.
"Kami merasa kasihan untuk para perempuan yang kena kotoran [merpati] di rambutnya. Banyak kotoran dari langit, dan saya katakan ini sesuatu yang lucu," ujarnya melanjutkan.
Dengan segala usaha Hitler, Jerman sukses menjadi yang terbaik dalam Olimpiade 1936. Tim Olimpiade Jerman menyabet peringkat kesatu dengan pendapatan 33 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu.
Mereka unggul lumayan jauh dari Amerika Serikat yang mengoleksi total 56 medali dengan rincian 24 medali emas, 20 perak, dan 12 perunggu di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga terdapat Hungaria dengan 10 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.
Hitler dan Kotoran Merpati di Pembukaan Olimpiade 1936

Olimpiade 1936 di Berlin, Jerman, yang dilangsungkan pada musim panas menyisakan tidak sedikit kisah menarik. Terutama hal-hal yang sehubungan dengan pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler.
Berlin terpilih menjadi tuan lokasi tinggal Olimpiade 1936 dalam Sidang Komite Olimpiade Internasional (IOC) ke-29 di Barcelona pada 1931. Kepastian itu terjadi dua tahun sebelum kejayaan Hitler dan Partai Nazi di Jerman.
Ajang edisi ke-11 itu direncanakan dilangsungkan dari 1 Agustus sampai 16 Agustus 1936. Untuk mengalahkan Olimpiade edisi sebelumnya di Los Angeles pada 1932, Hitler membina stadion baru dengan kapasitas 100 ribu kursi. Di samping itu, ia pun membuat enam gimnasium dan sejumlah kemudahan olahraga lain.
Hitler menyaksikan Olimpiade sebagai kesempatan untuk mempromosikan pemerintahannya dan cita-cita supremasi ras unggul Arya-Nordik. Ia juga hendak mewujudkan anti-semitisme atau paham yang dianut orang-orang yang tidak suka pada segala sesuatu yang terkaitdengan bangsa Yahudi.
Setelah Nazi memungut alih Jerman dan memulai kepandaian anti-semitisme, IOC melangsungkan diskusi eksklusif dengan negara-negara peserta Olimpiade untuk mengolah keputusan Olimpiade 1936 dilangsungkan di Berlin. Akan tetapi, rezim Hitler memberi garansi bahwa semua atlet Yahudi diizinkan berlomba di Tim Olimpiade Jerman.
Dilansir dari website resmi Olimpiade, sejumlah 49 negara dengan total 3.963 atlet berpartisipasi dalam Olimpiade 1936. Atlet putra berjumlah 3.632 orang, sementara atlet wanita 331 orang.
Pesta olahraga sangat bergengsi di dunia tersebut dimulai di Stadion Berlin pada Sabtu, 1 Agustus 1936. Pesawat Hindenburg Jerman terbang di atas stadion sambil membawa bendera Olimpiade.
Setelah Hitler dan regu datang, acara dilanjutkan dengan parade negara. Masing-masing bangsa memamerkan kostum yang unik.
Yunani yang adalahnegara cikal akan Olimpiade, menginjak stadion lebih dulu. Sedangkan Jerman sebagai tuan rumah hadir paling terakhir.
Beberapa atlet tampak secara sengaja memberi hormat untuk Nazi saat mereka melalui Hitler. Sementara beberapa lain seperti regu Amerika Serikat dan China memberi hormat dengan teknik meletakkan topi di dada.
Penulis novel asal Amerika, Thomas Wolfe, menonton langsung pendahuluan tersebut. Ia menyinggung acara itu nyaris seperti ajang keagamaan.
"Para pemirsa berteriak, bergoyang serempak, dan memohon untuk Hitler. Ada sesuatu yang menyeramkan dari pemandangan itu, penghormatan secara berlebihan untuk pribadi Hitler," kata Wolfe.
Hitler berdiri di lokasi yang lebih tinggi daripada yang lain ketika membuka ajang tersebut. Penulis sekaligus komentator televisi asal Amerika, David Wallechinsky, menyinggung acara Olimpiade ialah acara Hitler.
"Dia [Hitler] hendak dimuliakan," ucap Wallechinsky.
Setelah Presiden Komite Olimpiade Jerman menyerahkan kata sambutan, ajang itu secara resmi dimulai Hitler. "Saya mengaku membuka Olimpiade Berlin, merayakan Olimpiade edisi ke-11 di era modern," kata Hitler.
Bila Olimpiade 1928 di Amsterdam, Belanda, mengenalkan api Olimpiade guna kali kesatu, maka Olimpiade Berlin ialah kesatu kalinya diselenggarakan estafet obor. Estafet obor dibuka dari Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Hungaria, Ceko, Austria, hingga tiba di Jerman.
Akan tetapi, terlepas dari seluruh kemegahan upacara kemegahan dan pemuliaan Hitler, tidak seluruh berjalan cocok rencana. Hal tersebut diungkap pelari jarak jauh Amerika Serikat, Louis Zamperini.
"Mereka [panitia pembukaan] melepas 25 ribu merpati sampai-sampai langit diisi dengan merpati. Merpati-merpati tersebut mengelilingi kepala kami, dan panitia lantas melepas tembakan [ke angkasa]. Mereka fobia merpati tersebut mengeluarkan kotoran," ujar Zamperini.
"Kami merasa kasihan untuk para perempuan yang kena kotoran [merpati] di rambutnya. Banyak kotoran dari langit, dan saya katakan ini sesuatu yang lucu," ujarnya melanjutkan.
Dengan segala usaha Hitler, Jerman sukses menjadi yang terbaik dalam Olimpiade 1936. Tim Olimpiade Jerman menyabet peringkat kesatu dengan pendapatan 33 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu.
Mereka unggul lumayan jauh dari Amerika Serikat yang mengoleksi total 56 medali dengan rincian 24 medali emas, 20 perak, dan 12 perunggu di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga terdapat Hungaria dengan 10 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.



Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.