RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

Ledakan Bom Mobil di Libya, Tiga Staf PBB Tewas

Ledakan Bom Mobil di Libya, Tiga Staf PBB Tewas

Ledakan Bom Mobil di Libya, Tiga Staf PBB Tewas



Sebuah ledakan bom mobil di kota Benghazi, Libya timur, menewaskan tiga anggota staf Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan dua anggota misi beda pada hari Sabtu (10/8) masa-masa setempat.

Serangan tersebut terjadi saat PBB menjadi perantara gencatan senjata di ibukota Tripoli. Diketahui, pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di unsur timur melancarkan serangan seketika pada April 2019, unsur dari kekacauan di Libya semenjak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.

Seorang juru bicara dalam sebuah pengakuan mengungkapkan Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres mengutuk serangan tersebut. PBB tidak memberikan penjelasan lebih rinci, dan melulu mengatakan sejumlah korban ialah anggota yang bekerja di Benghazi.

"PBB tidak bermaksud guna melakukan pengungsian dari Libya," ujar Asisten Sekretaris Jenderal PBB guna Operasi Perdamaian Bintou Keita laksana dikutip dari Reuters, Minggu (11/8).

Juru bicara LNA Ahmed Mismari menuliskan dua dari mereka yang tewas ialah penjaga dengan tujuan Libya AS (UNSMIL). Sebanyak 10 orang bahkan sudah terluka, tergolong anak-anak.

Ledakan tersebut terjadi di depan pusat perbelanjaan dan bank. Setidaknya satu mobil PBB terbakar berakhir di lokasi kejadian.

LNA belum memperluas wilayah sampai melampaui pinggiran unsur selatan Tripoli, tempat pemerintah yang dinyatakan secara internasional.

Berdasarkan keterangan dari pernyataan dari pasukannya di Benghazi, tak sejumlah lama menjelang masa-masa ledakan, komandan LNA Khalifa Haftar memberitahukan penghentian operasi militer sekitar 48 jam sekitar liburan Idul Adha yang dibuka pada hari Sabtu masa-masa setempat.

Namun sehari sebelumnya, Pada Jumat (9/8), pemerintah di Tripoli menuliskan telah menerima proposal PBB guna gencatan senjata sekitar liburan. Tidak jelas apakah peperangan di ibukota bakal benar-benar berhenti. Lebih dari 105.000 orang sudah mengungsi sekitar bentrokan.

Pemerintah Tripoli mengungkapkan UNSMIL bakal bertanggung jawab untuk mengawasi setiap pelanggaran. Tidak jelas bahwa UNSMIL mempunyai kapasitas guna memonitor gencatan senjata atau tidak. Pasalnya, mereka telah mengalihkan sebagian besar stafnya untuk dalil keamanan.

Benghazi dan area timur dikendalikan oleh LNA Haftar yang bersekutu dengan pemerintah paralel di unsur timur yang menantang pemerintahan Tripoli.

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.