Mengenal Sindrom Williams yang Diderita Anak Komedian Dede
Mengenal Sindrom Williams yang Diderita Anak Komedian Dede

Tampil dengan seragam sah Trans Corp., komedian Dede Sunandar masih memperlihatkan wajah sumringah.
Dalam tayangan 'Okay Bos' yang diluncurkan Selasa (6/8) di Youtube, pembawa acara Raffi Ahmad kemudian menanyakan kabar anak kedua Dede, Ladzan Syafiq Sunandar. Sontak, raut wajah Dede berubah.
"Dia punya penyakit yang lain dari seluruh orang, nama penyakitnya William Syndrome," ujar Dede dalam tayangan video.
Dirinya bercerita, penyakit tersebut dominan pada organ tubuh sang anak, khususnya organ jantung. Penyakit ini menciptakan Ladzan mesti menjalani empat etape operasi yaitu di umur 1-3 tahun, 7 tahun, 17 tahun dan 23 tahun.
Selain mengerjakan pemeriksaan MRI tiap bulan, Dede dan sang istri pun harus meluangkan susu eksklusif jantung yang harganya tidak murah. Dede menyebut, satu botol susu harganya selama Rp300ribu-400ribu. Itupun hanya dapat memenuhi keperluan si kecil sekitar 1-2 hari.
William syndrome atau Sindrom Williams adalahpenyakit genetik. Melansir dari laman William Syndrome Association, penyakit ini diakibatkan oleh penghapusan spontan 26-28 gen pada kromosom 7. Penghapusan terjadi pada ketika pembuahan, dapat pada sel telur atau sperma.
Tingkat penghapusan gen akan bertolak belakang pada tiap individu. Itu sebabnya, seorang anak dapat menjadi satu-satunya pengidap Sindrom Williams dalam keluarga. Namun, dia mempunyai peluang 50 persen guna menularkan gangguan pada keturunannya.
Beberapa karakteristik Sindrom William
Sindrom Williams atau William-beuren syndrome (WBS) tergolong penyakit langka. Di Amerika Serikat, selama 10ribu-20ribu bayi yang bermunculan dengan Sindrom Williams. Penyakit ini juga mempunyai kekhasan, salah satunya ciri khas wajah.
Biasanya, pengidap punya wajah berbeda. Diyakini sebabkan oleh penghapusan gen elastin. Pasien bakal mempunyai hidung kecil, terbalik, bibir atas lebih panjang daripada yang bawah, mulut lebar, dagu kecil, bengkak di dekat mata, dan bibir penuh. Pada orang dewasa, wajah dan leher menjadi lebih panjang.
Sindrom Williams pun menyebabkan masalah jantung. Organ jantung akan merasakan masalah seperti penyusutan pembuluh darah tergolong bagian aorta dan arteri. Operasi sangat dibutuhkan untuk menanggulangi ini. Monitor rutin dilaksanakan untuk memeriksa tekanan darah, karena seringkali akan timbul hipertensi.
Penderita pun mengalami hiperkalsemia, di mana situasi kadar kalsium darah bertambah melebihi normal. Akibatnya faedah ginjal terganggu dan dapat terbentuk batu ginjal.
Abnormalitas pada jaringan penghubung yang diakibatkan sindrom ini juga dapat memunculkan risiko hernia, masalah sendi, kulit terkesan lembek dan suara serak.
Bayi yang merasakan sindrom ini sering mempunyai berat badan rendah ketika lahir. Petugas kesehatan maupun orang tua butuh waspada bila bayi bermunculan dengan berat badan jauh dari standar.
Sindrom Williams berpotensi menghambat keterampilan dan pertumbuhan kognitif. Sehingga menciptakan anak merasakan ketidakmampuan belajar ringan sampai berat. Termasuk terjadi keterlambatan perkembangan, menciptakan anak butuh waktu lebih lama guna berjalan tegak, berkata atau terlatih guna ke toilet secara mandiri.
Sindrom ini pun mempengaruhi format gigi. Gigi dapat berukuran kecil atau besar, dengan jarak antar gigi yang terlampau jauh.
Namun, penderita Sindrom Williams juga dapat mempunyai keistimewaan dalam bermusik. Mengutip dari Medical News Today, studi yang diinisiasi oleh Ursula Belugi dan kesebelasan dari Salk Institute of Biological Science, La Jolla, California, mengejar anak dengan Sindrom William suka memperhatikan dan menggubah musik.
Mereka pun punya keterampilan mengingat lagu dengan baik dan naluri ketukan yang pas. Bahkan pendengaran mereka lumayan tajam untuk memisahkan suara vacuum cleaner dari brand berbeda.
Mengenal Sindrom Williams yang Diderita Anak Komedian Dede

Tampil dengan seragam sah Trans Corp., komedian Dede Sunandar masih memperlihatkan wajah sumringah.
Dalam tayangan 'Okay Bos' yang diluncurkan Selasa (6/8) di Youtube, pembawa acara Raffi Ahmad kemudian menanyakan kabar anak kedua Dede, Ladzan Syafiq Sunandar. Sontak, raut wajah Dede berubah.
"Dia punya penyakit yang lain dari seluruh orang, nama penyakitnya William Syndrome," ujar Dede dalam tayangan video.
Dirinya bercerita, penyakit tersebut dominan pada organ tubuh sang anak, khususnya organ jantung. Penyakit ini menciptakan Ladzan mesti menjalani empat etape operasi yaitu di umur 1-3 tahun, 7 tahun, 17 tahun dan 23 tahun.
Selain mengerjakan pemeriksaan MRI tiap bulan, Dede dan sang istri pun harus meluangkan susu eksklusif jantung yang harganya tidak murah. Dede menyebut, satu botol susu harganya selama Rp300ribu-400ribu. Itupun hanya dapat memenuhi keperluan si kecil sekitar 1-2 hari.
William syndrome atau Sindrom Williams adalahpenyakit genetik. Melansir dari laman William Syndrome Association, penyakit ini diakibatkan oleh penghapusan spontan 26-28 gen pada kromosom 7. Penghapusan terjadi pada ketika pembuahan, dapat pada sel telur atau sperma.
Tingkat penghapusan gen akan bertolak belakang pada tiap individu. Itu sebabnya, seorang anak dapat menjadi satu-satunya pengidap Sindrom Williams dalam keluarga. Namun, dia mempunyai peluang 50 persen guna menularkan gangguan pada keturunannya.
Beberapa karakteristik Sindrom William
Sindrom Williams atau William-beuren syndrome (WBS) tergolong penyakit langka. Di Amerika Serikat, selama 10ribu-20ribu bayi yang bermunculan dengan Sindrom Williams. Penyakit ini juga mempunyai kekhasan, salah satunya ciri khas wajah.
Biasanya, pengidap punya wajah berbeda. Diyakini sebabkan oleh penghapusan gen elastin. Pasien bakal mempunyai hidung kecil, terbalik, bibir atas lebih panjang daripada yang bawah, mulut lebar, dagu kecil, bengkak di dekat mata, dan bibir penuh. Pada orang dewasa, wajah dan leher menjadi lebih panjang.
Sindrom Williams pun menyebabkan masalah jantung. Organ jantung akan merasakan masalah seperti penyusutan pembuluh darah tergolong bagian aorta dan arteri. Operasi sangat dibutuhkan untuk menanggulangi ini. Monitor rutin dilaksanakan untuk memeriksa tekanan darah, karena seringkali akan timbul hipertensi.
Penderita pun mengalami hiperkalsemia, di mana situasi kadar kalsium darah bertambah melebihi normal. Akibatnya faedah ginjal terganggu dan dapat terbentuk batu ginjal.
Abnormalitas pada jaringan penghubung yang diakibatkan sindrom ini juga dapat memunculkan risiko hernia, masalah sendi, kulit terkesan lembek dan suara serak.
Bayi yang merasakan sindrom ini sering mempunyai berat badan rendah ketika lahir. Petugas kesehatan maupun orang tua butuh waspada bila bayi bermunculan dengan berat badan jauh dari standar.
Sindrom Williams berpotensi menghambat keterampilan dan pertumbuhan kognitif. Sehingga menciptakan anak merasakan ketidakmampuan belajar ringan sampai berat. Termasuk terjadi keterlambatan perkembangan, menciptakan anak butuh waktu lebih lama guna berjalan tegak, berkata atau terlatih guna ke toilet secara mandiri.
Sindrom ini pun mempengaruhi format gigi. Gigi dapat berukuran kecil atau besar, dengan jarak antar gigi yang terlampau jauh.
Namun, penderita Sindrom Williams juga dapat mempunyai keistimewaan dalam bermusik. Mengutip dari Medical News Today, studi yang diinisiasi oleh Ursula Belugi dan kesebelasan dari Salk Institute of Biological Science, La Jolla, California, mengejar anak dengan Sindrom William suka memperhatikan dan menggubah musik.
Mereka pun punya keterampilan mengingat lagu dengan baik dan naluri ketukan yang pas. Bahkan pendengaran mereka lumayan tajam untuk memisahkan suara vacuum cleaner dari brand berbeda.



Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.