Seorang Gadis Penjual Es di Perkosa Oleh Kakek Berusia 73tahun

Seorang Gadis Penjual Es di Perkosa Oleh Kakek Berusia 73tahun
Seorang Gadis Penjual Es di Perkosa Oleh Kakek Berusia 73tahun
Saat ini perut sang gadis penjaja nasi tersebut semakin membesar lantaran mengandung janin bayi.
Insiden menyedihkan ini dirasakan oleh gadis penjaja nasi di Blitar, Jawa Timur.
Korban tak berdaya saat dipaksa oleh kakek berusia 73 tahun guna melayani nafsu bejatnya.
Kejadian nahas itu bermula ketika korban IKD (30) mengirimkan es teh ke lokasi tinggal sang kakek.
Pemerkosaan yang dilaksanakan oleh sang kakek ternyata bukan kali kesatu.
Namun, sudah dilaksanakan berulang kali untuk korban gadis penjaja nasi.
Awalnya korban mengirimkan es teh yang dipesan pelaku yang diketahui mempunyai nama Kakek Mijan ke rumahnya.
Kakek tua yang bermukim diwilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar tersebut meminta pesanannya dikirimkan ke rumah.
Saat itu, korban juga datang seorang diri ke lokasi tinggal sang kakek guna mengatarkan es teh yang dipesan sang kakek.
Jarak lokasi tinggal sang kakek dengan warung lokasi korban berjulan memang jaraknya tidak terlampau jauh atau masih bertetangga.
Saat mengirimkan es teh itulah, pelaku memaksa korban guna melayani nafsu bejatnya.
Itu ialah kejadian kesatu Kakek Mijan memperkosa korban di rumahnya.
Kejadian kesatu tersebut terjadi pada bulan Februari 2019.
Saat itu, lokasi tinggal kakek mijan memang dalam situasi sepi.
Istri pelaku sedang tidak terdapat di rumah.
Sementara itu, anak dan cucunya pun telah tidak lagi bermukim di lokasi tinggal sang kakek.
"Pelaku atau si kakek tersebut mengakuinya bila telah melakukan tak senonoh terhadap korban," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Shodiq, Jumat (29/11/2019) dilansir dari Surya.co.id,
Tak melulu itu, menurut keterangan dari pengakuan Kakek Mijan yang dikatakan AKP Shodiq, pelaku pernah memperkosa IKD di rumahnya.
"Katanya, tersebut kejadian kesatu kali dan dilangsungkan di rumahnya, bahkan pernah di lokasi tinggal korban. Modusnya, pelaku datang ke lokasi tinggal korban dan mohon diputarkan VCD campursari. Itu biasanya, terjadi saat lokasi tinggal korban sedang sepi," ujarnya.
Terungkapnya pemerkosaan saat orangtua sang gadis penjaja nasi curiga dengan situasi anaknya.
Sebab, perut korban tampak semakin membesar.
Oorangtua korban pun menyimpulkan untuk memeriksanya ke bidan bersangkutan situasi anaknya.
Saat tersebut Agustus 2019, diketahui IKD sudah hamil 6 bulan dan sekarang sudah masuk umur 8 bulan.
Orang tua kaget putrinya hamil.
Sebab, korban memang belum mempunyai suami.
Orangtua korban juga siapa ayah dari jabang bayi yang dikandung oleh putrinya tersebut.
Korban sempat bungkam saat ditanya sosok ayah dari janin yang dikandungnya itu.
Sebab, saat tersebut korban masih dibayangi rasa ketakutan.
Akhirnya, sesudah didesak korban juga mengaku andai yang menghamilinya ialah kakek mijan.
Mendengar urusan tersebut, orangtua korban tak terima dan melaporkan permasalahan ini ke Polres Blitar.
Pelaku yang mempunyai dua anak dan empat cucu ini sempat menawarkan penyelesaian dirinya bakal bertanggungjawab.
Ia siap menikahi korban walaupun masih mempunyai istri.
Namun, family korban tak mau, sampai-sampai memilih guna menempuh jalur hukum.
Berdasarkan keterangan dari AKP Shodiq Efendi, guna membuktikan permasalahan ini tidaklah cepat.
Butuh waktu nyaris sebulan sampai diperkuat dengan pernyataan berbuatan bejat Kakek Mijan.
"Akhirnya, permasalahan itu diadukan ke Polres Blitar.
Namun, guna membuktikannya, tak dapat cepat atau memerlukan waktu nyaris sebulan.
Diperkuat dengan pernyataan si pelaku bahwa ia telah melakukan seperti tersebut (tak senonoh) berkali-kali," tutur AKP Shodiq.
Diantar oleh anak perempuannya, Kamis (28/11/2019) Kakek Mijan dicek polisi.
Hasilnya, kakek yang masih punya istri tersebut mengakui tindakan bejatnya itu dilaksanakan berkali-kali.
"Pelaku atau si kakek tersebut mengakuinya bila telah melakukan tak senonoh terhadap korban," kata AKP Shodiq, Jumat (29/11/2019).
Kakek Mijan pun mengaku sudah memperkosa anak penjaja warung nasi tersebut sejak Februari 2019 lalu.



Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.