Fakta Mengejutkan Video Viral Ibu di Makassar Tampar Wajah Siswi SD

pokerace99 - Aksi penamparan seorang ibu pada siswi Sekolah Dasar (SD) di Biringkanaya, Makassar menghebohkan dunia maya. Dari Info yang beredar, sang ibu marah dikarenakan siswi tersebut sudah membuat nangis putranya.
Usai viral di fasilitas sosial, sang ibu yang sedang emosional tersebut diketahui bernama MT (41), warga Kecamatan Biringkanayya. Dia diketahui menampar DA, (8), murid kelas II SD Sipala 2.
Tindakan MT sudah membuat DA yang tidak lain kawan sekelas anak pelaku itu mengalami memar di bagian bawah mata kiri.
Mengutip laman Merdeka.com, tindakan ibu yang berprofesi perawat itu berjalan di di dalam kelas, di hari penerimaan rapor.
Dalam video yang beredar, terlihat sadar MT menunjuk-nunjuk muka korban yang duduk di kursi di dalam kelas. Dia marah setelah FD, anaknya, mengadu kalau dia sudah dipukul manfaatkan gagang sapu oleh korban.
Korban mengelak kalau kejadiannya tidak sengaja dikarenakan saat itu dia sedang menyapu dan gagang sapu berkenaan FD.
Tidak menerima pembelaan itu, Ibu MT segera menampar muka DA itu sampai dua kali. Kemudian dia beranjak pergi meninggalkan DA yang menangis. Kejadian ini disaksikan ibu-ibu lain apalagi ada yang memvideokan dan viral.
Kapolsek Biringkanayya, Kompol Azhari yang dikonfirmasi, Minggu, (29/12), mengatakan, setelah dilaporkan oleh orangtua korban, bagian segera bergerak dan pukul 12.00 wita semalam, Ibu MT sudah diamankan.
" Semalam bagian Opsnal Polsek Biringkanaya mengunjungi tempat tinggal pelaku di Jl Katimbang dan membawanya ke kantor untuk proses hukum selanjutnya," kata Kompol Azhari.
Azhari menjelaskan, pelaku mengakui perbuatannya cocok di dalam video itu. Itu berlatar belakang persoalan gagang sapu yang berkenaan anaknya.
" Penganiayaan pelaku pada murid SD kawan anaknya itu dikarenakan persoalan lama pada 20 Desember lalu. Anak itu itu berinisial FD mengadu ke ibunya kalau korban sudah memukulnya bersama gagang sapu. Dan saat penerimaan rapor tempo hari di sekolah, pelaku lantas mengunjungi korban di dalam kelas dan terjadilah penganiayaan itu," ujarnya.
Ditambahkannya, pelaku melanggar pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak No 35 tahun 2014.
Sementara itu, kepala sekolah, Hajjah Andi Bunayyya yang termasuk dilakukan konfirmasi mengatakan, pihaknya serupa sekali tidak sadar kalau ada kejadian penamparan tersebut. Dia baru sadar saat ada seorang guru meneleponnya malam-malam dan menyebutkan ada video viral yang kejadiannya di SD Sipala II pagi.
" Saya telepon sejumlah guru dan guru kelas II membenarkan kejadian itu tapi guru itu termasuk baru sadar setelah kejadian dikarenakan lihat murid yang dipukul ini menangis," kata Andi Bunayya.
Peristiwanya berjalan saat guru-guru berkumpul di kantor sembari tunggu semua murid dan orangtuanya singgah untuk mengambil alih rapor. Karena rencananya usai penerimaan rapor anak-anak, termasuk bakal ada rapat menjadi itu termasuk dipersiapkan.
" Saat tidak ada guru di dalam kelas itulah ibu itu masuk kelas dan mendapati murid perempuan yang katanya sudah memukul anaknya," ujar Andi Bunayya.
Ditambahkan, kalau berasal dari murid perempuan ini mengaku, tidak pernah ada perkelahian. Hanya korban menyapu dan gagangnya kena kepala temannya itu agar benjol.
" Seharusnya ibu ini melaporkan ke kita kalau ada kejadian, tidak segera seperti itu," kata Andi Bunayya.
Saat ini para siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Malaysia sudah menerima pengumuman hasil ujian sedang semester mereka yang disebut bersama Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR).
Mereka biasanya bakal bersukacita bersama menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.
Sayangnya, tidak semua siswa tersebut dapat merayakannya bersama keluarga. Ada lebih dari satu yang tidak cukup untung dapat menghabiskan era liburan bersama orang tua mereka.
Seperti kisah gadis asal Penang, Malaysia, ini yang diceritakan di Facebook oleh netizen bernama Aishah Mat Akat.
Seperti siswa lainnya, gadis di dalam tulisan Aishah itu termasuk baru saja menerima pengumuman hasil UPSR.
Tidak seperti teman-temannya, dia tidak dapat merayakannya bersama orangtuanya.
Sebab, menurut tulisan tersebut, sang ibu sudah meninggal dunia saat dia tetap kecil.
Saat ini, gadis tersebut tinggal dan diasuh oleh neneknya. Kondisi tersebut tidak menyurutkan motivasi untuk senantiasa bersekolah.
Meski sudah tidak mempunyai orang tua, gadis tersebut dapat selesaikan semua ujiannya bersama baik berkat motivasi sang nenek.
Dengan hasil jerih payah di tangannya, gadis 12 tahun itu berdiri di depan makam ibunya.
Sambil berlinang air mata, dia lantas membacakan hasil UPSR di tangannya keras-keras.
Sesekali dia mengusap air mata, dan menghentikan bacaannya dikarenakan tak kuat bersama kesedihannya ditinggal sang ibu.
Dalam tulisan itu, Aishah coba menambahkan motivasi kepada gadis tersebut.
" Kamu gadis yang cemerlang di sisi Nenek. Kamu tetap mempunyai jalur yang panjang. Jika Ibu ada di sisimu saat ini, beliau termasuk bakal bangga padamu. Kamu adalah anak yang tabah dan sabar menghadapi cobaan. Nenek yakin Ila bakal sukses satu hari nanti..," tulis Aishah.
Banyak warganet yang yakin kalau peristiwa sedih tersebut berjalan di Seberang Perai, Penang. Sebagian besar memuji kesalehan bocah tersebut dikarenakan senantiasa berbakti walaupun ibunya sudah meninggal dunia.
Netizen berdoa dan berharap siswa tersebut mendapat banyak kesuksesan di era depannya.
" Lihat foto-foto ini saja aku ikut menangis. Semoga menjadi anak yang sukses di dunia dan di akhirat ya, Dik.. Aamiin..," tulis seorang netizen.
Fakta Mengejutkan Video Viral Ibu di Makassar Tampar Wajah Siswi SD

pokerace99 - Aksi penamparan seorang ibu pada siswi Sekolah Dasar (SD) di Biringkanaya, Makassar menghebohkan dunia maya. Dari Info yang beredar, sang ibu marah dikarenakan siswi tersebut sudah membuat nangis putranya.
Usai viral di fasilitas sosial, sang ibu yang sedang emosional tersebut diketahui bernama MT (41), warga Kecamatan Biringkanayya. Dia diketahui menampar DA, (8), murid kelas II SD Sipala 2.
Tindakan MT sudah membuat DA yang tidak lain kawan sekelas anak pelaku itu mengalami memar di bagian bawah mata kiri.
Mengutip laman Merdeka.com, tindakan ibu yang berprofesi perawat itu berjalan di di dalam kelas, di hari penerimaan rapor.
Dalam video yang beredar, terlihat sadar MT menunjuk-nunjuk muka korban yang duduk di kursi di dalam kelas. Dia marah setelah FD, anaknya, mengadu kalau dia sudah dipukul manfaatkan gagang sapu oleh korban.
Korban mengelak kalau kejadiannya tidak sengaja dikarenakan saat itu dia sedang menyapu dan gagang sapu berkenaan FD.
Tidak menerima pembelaan itu, Ibu MT segera menampar muka DA itu sampai dua kali. Kemudian dia beranjak pergi meninggalkan DA yang menangis. Kejadian ini disaksikan ibu-ibu lain apalagi ada yang memvideokan dan viral.
Kapolsek Biringkanayya, Kompol Azhari yang dikonfirmasi, Minggu, (29/12), mengatakan, setelah dilaporkan oleh orangtua korban, bagian segera bergerak dan pukul 12.00 wita semalam, Ibu MT sudah diamankan.
" Semalam bagian Opsnal Polsek Biringkanaya mengunjungi tempat tinggal pelaku di Jl Katimbang dan membawanya ke kantor untuk proses hukum selanjutnya," kata Kompol Azhari.
Azhari menjelaskan, pelaku mengakui perbuatannya cocok di dalam video itu. Itu berlatar belakang persoalan gagang sapu yang berkenaan anaknya.
" Penganiayaan pelaku pada murid SD kawan anaknya itu dikarenakan persoalan lama pada 20 Desember lalu. Anak itu itu berinisial FD mengadu ke ibunya kalau korban sudah memukulnya bersama gagang sapu. Dan saat penerimaan rapor tempo hari di sekolah, pelaku lantas mengunjungi korban di dalam kelas dan terjadilah penganiayaan itu," ujarnya.
Ditambahkannya, pelaku melanggar pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak No 35 tahun 2014.
Sementara itu, kepala sekolah, Hajjah Andi Bunayyya yang termasuk dilakukan konfirmasi mengatakan, pihaknya serupa sekali tidak sadar kalau ada kejadian penamparan tersebut. Dia baru sadar saat ada seorang guru meneleponnya malam-malam dan menyebutkan ada video viral yang kejadiannya di SD Sipala II pagi.
" Saya telepon sejumlah guru dan guru kelas II membenarkan kejadian itu tapi guru itu termasuk baru sadar setelah kejadian dikarenakan lihat murid yang dipukul ini menangis," kata Andi Bunayya.
Peristiwanya berjalan saat guru-guru berkumpul di kantor sembari tunggu semua murid dan orangtuanya singgah untuk mengambil alih rapor. Karena rencananya usai penerimaan rapor anak-anak, termasuk bakal ada rapat menjadi itu termasuk dipersiapkan.
" Saat tidak ada guru di dalam kelas itulah ibu itu masuk kelas dan mendapati murid perempuan yang katanya sudah memukul anaknya," ujar Andi Bunayya.
Ditambahkan, kalau berasal dari murid perempuan ini mengaku, tidak pernah ada perkelahian. Hanya korban menyapu dan gagangnya kena kepala temannya itu agar benjol.
" Seharusnya ibu ini melaporkan ke kita kalau ada kejadian, tidak segera seperti itu," kata Andi Bunayya.
Saat ini para siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Malaysia sudah menerima pengumuman hasil ujian sedang semester mereka yang disebut bersama Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR).
Mereka biasanya bakal bersukacita bersama menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.
Sayangnya, tidak semua siswa tersebut dapat merayakannya bersama keluarga. Ada lebih dari satu yang tidak cukup untung dapat menghabiskan era liburan bersama orang tua mereka.
Seperti kisah gadis asal Penang, Malaysia, ini yang diceritakan di Facebook oleh netizen bernama Aishah Mat Akat.
Seperti siswa lainnya, gadis di dalam tulisan Aishah itu termasuk baru saja menerima pengumuman hasil UPSR.
Tidak seperti teman-temannya, dia tidak dapat merayakannya bersama orangtuanya.
Sebab, menurut tulisan tersebut, sang ibu sudah meninggal dunia saat dia tetap kecil.
Saat ini, gadis tersebut tinggal dan diasuh oleh neneknya. Kondisi tersebut tidak menyurutkan motivasi untuk senantiasa bersekolah.
Meski sudah tidak mempunyai orang tua, gadis tersebut dapat selesaikan semua ujiannya bersama baik berkat motivasi sang nenek.
Dengan hasil jerih payah di tangannya, gadis 12 tahun itu berdiri di depan makam ibunya.
Sambil berlinang air mata, dia lantas membacakan hasil UPSR di tangannya keras-keras.
Sesekali dia mengusap air mata, dan menghentikan bacaannya dikarenakan tak kuat bersama kesedihannya ditinggal sang ibu.
Dalam tulisan itu, Aishah coba menambahkan motivasi kepada gadis tersebut.
" Kamu gadis yang cemerlang di sisi Nenek. Kamu tetap mempunyai jalur yang panjang. Jika Ibu ada di sisimu saat ini, beliau termasuk bakal bangga padamu. Kamu adalah anak yang tabah dan sabar menghadapi cobaan. Nenek yakin Ila bakal sukses satu hari nanti..," tulis Aishah.
Banyak warganet yang yakin kalau peristiwa sedih tersebut berjalan di Seberang Perai, Penang. Sebagian besar memuji kesalehan bocah tersebut dikarenakan senantiasa berbakti walaupun ibunya sudah meninggal dunia.
Netizen berdoa dan berharap siswa tersebut mendapat banyak kesuksesan di era depannya.
" Lihat foto-foto ini saja aku ikut menangis. Semoga menjadi anak yang sukses di dunia dan di akhirat ya, Dik.. Aamiin..," tulis seorang netizen.



Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.